Sabtu, Maret 21, 2009

ehem....wuzzz....wuzzz

part 1

WIDODO-sabtu, 3 Oktober 2009


Bagaimana menjadi diri ini percaya diri, orang menyebutnya PD?

Beberapa kali saya bertanya pada diri sendiri untuk menemukan jawabnya, namun hidup terus, saya mesti mengerjakan hal yang lain, dan mengalir hidup sehingga saya lupa belum menjawab soal itu.

Tapi saya sekarang sudah PD, lalu saya bertanya lagi, bagaimana bisa kamu/widodo PD padahal kamu berkekurangan? Sedikit orang sepertimu mau “mengusir” kekuranganmu?

Ehems sudahlah, tidak selalu melihat sesuatu itu hitam-putih, ada makna, itulah yang terpenting.


Pernahkah kamu/widodo grogi? Minder? Ya…dan ketika itu terjadi, saya berkata “lupakanlah itu, kamu widodo merasa sebagai siapa, Nabi Muhammad? saya hanya seorang widodo, saya akan mengerjakan dari apa yang saya punyai, saya akan melakukan sesuai kemampuan saya”.

Maka ketika berbicara dihadapan orang banyak, saya usir hal yang melemahkan itu untuk sementara, sebab ia memang tidak akan bisa lari dari saya begitu saja. Lalu, saya fokus pada apa yang akan saya sampaikan saat itu, diselingi humor menertawakan diri sendiri.

Jika terkadang anda bicara pada diri sendiri atau kepada orang lain, “betapa bodohnya saya, saya tidak bisa disejajarkan dengan Anda”, maka saya justru mencurigai anda “kalau anda merasa unggul daripada orang lain dalam beberapa hal, maka saya khawatir anda dalam diri anda mengatakan “saya unggul,anda tak pantas berdiri sejajar dengan saya”.

Jika memang anda sekarang sedang miskin, lalu anda diajak pergi oleh seorang yang kaya. Anda menolak dan mengatakan, “oh maaf saya tidak ikut, saya malu karena anda orang kaya saya orang miskin, saya tak pantas pergi dengan anda”.

Saya jadi khawatir, jika anda sudah kaya, anda juga akan membatin kepada orang miskin dengan perkataan yang sama ketika anda masih miskin”.


Jika anda ingin menilai apa yang dikerjakan orang lain, atau menilai orang lain karena faktor kaya miskin dsb, maka cobalah Posisikan diri anda menjadi orang yang berkekurangan. Jadi, missal anda ingin menilai betapa rendahnya derajat orang miskin sehingga anda malu berkawan dengan mereka. Maka, coba pikirkan dan rasakan dalam hati, posisikan diri anda sebagai orang miskin yang dinilai”…lalu lihat apa yang terjadi….


Tidak ada komentar:

DARI MASA KE MASA




DOAKU

Ya ...Alloh, rachmatilah saudaraku dimanapun berada, tentramkanlah keluarganya, berkahilah rizkinya dan kesehatannya, kuatkanlah iman-takwanya, tinggikan derajatnya, kabulkanlah doa-doanya, serta ampunilah dosa-kekhilafanku!

Semoga kehidupan kita hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini...aamin.

Atur Pembuka


Selamat datang di kawasan wajib senyum. Mari berbicara dari hati ke hati.
Ada hal-hal yang kurang berkenan itu wajar, dan ketidakpuasan juga hal wajar.
Hujan berganti kemarau, mari disambut dengan lapang dada karena memang sumuk... Bismillah.
"Sedetik dimata, selamanya di Jiwa"
Salam Pramuka!