Senin, Juli 27, 2009

TUGAS REMIDI KMD ANGKATAN KE-V UNNES

TUGAS REMIDIAL BAGI PESERTA KELULUSAN DITANGGUHKAN

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR (KMD)

ANGKATAN KE-V

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

18 s.d. 25 Juli 2009

1. Menyusun makalah dengan cara menyajikan gagasan berdasarkan kenyataan/fakta yang terjadi pada tataran praktek kepramukaan di lapangan. Aturan penyusunan makalah, yaitu:

a. Gagasan atau ide permasalahan seputar kepramukaan yang dikorelasikan secara kritis dengan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan atau bidang ilmu yang Kakak tekuni.

b. Diketik 1, 5 spasi, huruf times new roman, font size 12.

c. Dikerjakan minimal 10 halaman kwarto, maksimal 15 halaman.

d. Margin atas 4 cm, bawah 3 cm, kiri 4 cm, kanan 3 cm.

e. Sumber bacaan minimal 3 buku/artikel atau bahan lainnya.

f. Tata tulis lainnya mengikuti kaidah penulisan karya ilmiah yang berlaku.

g. Menggunakan Kaidah Bahasa Indonesia EYD

h. Sistematika makalah:

Halaman Judul

Kata Pengantar

Daftar Isi

Bab I Pendahuluan

A. Latar Belakang

B. Rumusan Masalah

C. Tujuan Penulisan Masalah

Bab II Kajian Teori/Kajian Pustaka

Bab III Isu dan pembahasan

A. Isu yang berkembang (masalah di lapangan)

B. Analisis Masalah Isu

C. Solusi (usulan ide pemecahan masalah)

Bab IV Penutup

A. Simpulan

B. Saran

Daftar Pustaka/Sumber Bacaan

2. Membuat lembar pengesahan yang ditanda tangani oleh Pemimpin Kursus dan Kepala Lemdikacab. Penyerahan tugas dikirimkan atau diserahkan kepada atas nama Kak Widodo, alamat tujuan: Sanggar Pramuka Racana Wijaya, Kompleks Joglo Unnes, Sekaran Gunungpati, Kota Semarang kode pos 50229. Contoh halaman pengesahan saya lampirkan.

3. Penilaian makalah meliputi:

a. Kesesuaian tema masalah dengan pembahasan

b. Tata tulis karya ilmiah, literatur, dan kaidah Bahasa Indonesia

c. Substansi karya ilmiah (isi paparan, ide, dan solusi)

d. Orisinalitas isi makalah

4. Pengumpulan makalah paling lambat saya terima pada hari Selasa, tanggal 11 Agustus 2009 (cap pos). Apabila melebihi waktu tersebut, status ditangguhkan diubah menjadi tidak lulus.

5. Hasil penilaian dan evaluasi makalah akan disampaikan kepada Kakak, segera setelah dikoreksi.

6. Sertifikat dan Surat Hak Membina (SHB) diserahkan setelah tugas dinilai dan memenuhi standar penilaian.


Semarang, 26 Juli 2009/ Pemberi Tugas: Kak Widodo: SHL. 095/SHL/XI.33: Pelatih Pembina Lemdikacab Kota Semarang


---------------------------------------------------------------------------------------

PENGESAHAN

Makalah dengan judul:

(judul….)

Telah disetujui oleh Pemimpin Kursus dan Kepala Lemdikacab Cakrabaswara Kota Semarang dan dipertanggungjawabkan sebagai karya sendiri bukan jiplakan, serta ditujukan untuk memenuhi tugas remidial kelulusan peserta pada KMD Angkatan ke-V di Universitas Negeri Semarang tanggal 18 s.d. 25 Juli 2009.

Semarang, ……… 2009

Penyusun,

(nama dan tanda tangan)


Kepala Lemdikacab Cakrabaswara

Kwarcab Kota Semarang: Tusno Mahyudi, SHL. 017/SHL/XI.33


Pemimpin Kursus: H. Sukarno, S.Ag.; SHL. 022/SHL/XI.33

(seperti halaman pengesahan skripsi, nama Pinsus di kanan, dan Kalemdikacab yg kedudukannya lebih tinggi di kiri)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Kami beritahukan kepada Kakak-kakak, bahwa keputusan kelulusan ditangguhkan yang kami ambil berdasarkan pada evaluasi dan penilaian bahwa kakak-kakak memiliki kekurangan menyangkut kehadiran dan/atau tidak mengikuti posttest.

Dengan mempertimbangkan diantara 8 orang peserta yang ditangguhkan memiliki kekurangan yang berbeda-beda, selain diberi tugas menyusun dan mempertanggungjawabkan makalah, maka diberi ketentuan tambahan yaitu:

1. NETI SAROFA (no. Pst 8): tidak ada tambahan tugas lain

2. ARIF BUDI LEKSANA (no. Pst 63) : tidak ada tambahan tugas lain

3. MUSTHOFA BASYAR (no. Pst 80) : makalah dikerjakan paling lambat tanggal 26 Agustus dengan pertimbangan karena yang bersangkutan sedang sakit.

4. KARDINA IKA RAHAYU (no. Pst 85) : tidak ada tambahan tugas lain

5. NIKHE YUSTIANI (no. Pst 36) : tidak ada tambahan tugas lain

6. ASTRI WIDIARTI (no. Pst 33) : memberi komentar tertulis dalam blog ini pada salah satu artikel rubrik kepramukaan.

7. MUALAFAH (no. Pst 41) : sari/abstrak dari makalah yang dibuat dikirim ke email >> maswidcaem@gmail.com

8. KHAERUNISA (no. Pst 42) : sari/abstrak dari makalah yang dibuat dikirim ke email >> maswidcaem@gmail.com

Saya tunggu pengerjaan tugasnya. Kakak-kakak dapat menghubungi saya via phone/SMS ke 081548575997.


Saya menyadari akan kesibukan dan tugas-tugas Kakak-kakak, mungkin terkait Kuliah Kerja Nyata, PPL, dan sebagainya, namun demikian halnya saya juga memiliki tugas-tugas lain. Jadi, kita saling memaklumi.

Selamat bekerja, semoga sukses, yang sakit bisa segera sembuh, yang sudah sembuh bisa segera kirim kabar. Sedetik di mata, selamanya dijiwa, wassalamu’alaikum. Salam Pramuka!

Belajar dari Fenomena KCB (CBSA part 2)


Oleh maswid yang tidak caem


Suatu pagi HP saya berdering, panggilan masuk, singkat kata setelah ngobrol dari soal studi hingga perjalanan akhir pekan, pembicaraan jadi tambah menarik karena soal fenomena akhir-akhir ini. Demam KCB, itulah saya sebut.


Ketika cinta bertasbih, judul film yang memang beberapa pekan ini menjadi buah bibir, buah pikir, buah tangan, dan buah rasa. Yang katanya –itu katanya- ceritanya menjadikan menitikkan air mata dan menggugah kalbu haru biru. Termasuk para ukhti dan ikhwan yang menontonnya menjadi terpesona, ingin segera menghalalkan apa yang mesti dihalalkan.


Sekian kali menonton film dan sekian banyak orang menonton film mengapa tidak belajar. Meski berkata bahwa ada pelajaran dari film itu yang berkesan. Ada soal kerja keras, kerja ikhlas, pengorbanan, kekuatan doa, rahmat dari Tuhan, dan cinta. Namun, ada beda-beda tipis antara menonton dengan hati ataukah menonton dengan pikir/logika ataukah menonton sekadar nafsu.


Mengatakan bahwa ada pelajaran dari cerita film, sayangnya pelajaran itu hanya direkam dalam pikiran, dan menjadi buah perkataan dimana-mana, di pojok-pojok kampus, di kos, dan mimbar studi mahasiswa. Lebih banyak terjadi, bukan ingin menerapkan hikmahnya, namun lebih banyak bercerita, lalu ingkar apakah kita sudah menerapkan ibrah-nya. Bercerita bahwa “Aku sudah nonton KCB lho, kamu sudah belum? Bagus banget, ceritanya itu menyentuh banget, sayang deh kalau nggak nonton!”, itukan yang sering kita dengar.


Jika di film, barangkali 99% (termasuk KCB, Ayat-ayat Cinta, dsb), dari awal dan pertengahan cerita, pelakonnya penuh penderitaan, bersusah-susah, lalu berakhir dengan kebahagiaan, rasa senang luar biasa. Pada kenyataan hidup ini sungguh berbeda, ada penderitaan, suka-duka, pengorbanan, perjuangan, dan ending-nya tidak selalu bahagia. Alloh SWT pun mengatakan, “pasti ada ujian dan cobaan bagi mereka yang merasa dirinya kuat”, jadi yang merasa dirinya ikhlas dan sabar, pasti akan diuji kesabaran dan keikhlasannnya itu. Kita yang merasa pemaaf pasti diuji dengan masalah yang menyinggung perasaan kita, sampai sepelik-peliknya. Bahkan seorang motivator pun, pasti akan lebih banyak diuji lagi dengan hal-hal yang melemahkan, didera dengan sentilan-sentilan dari Yang Maha Kuasa.


Menonton film, selain melihat ceritanya, juga kajilah latar belakang pelakonnya. Film itu hanya sekadar industri penuh syahwat dan ambisi jika pelakonnya tidak mencerminkan perilakunya pada hidup senyatanya. Bagaimana film religi cinta -saya sebut seperti itu-, seperti halnya KCB dan ayat-ayat cinta? Hampir sama juga. Kalau peran di film si artis begitu penyayang, sabar, jujur, dan menjaga pandangan dari syahwat-aurat, benarkah dengan kenyataan kesehariannya?


Jadi, apakah persoalan impian/harapan dengan kenyataan mesti dipisahkan? Tentu tidak, karena harapan itu benar-benar diharapkan supaya terwujud menjadi bukti nyata, boleh saya sebut perlu koherensi dan sinergestik. Usai menonton, lalu berkomentar bahwa film itu penuh hikmah, dan dibumbui kata bahwa si pelakon itu ganteng atau cantik sekali, jilbabnya indah, senyumnya manis, dan bla bla bla, bukankah nafsu syahwat dengan nafsu mutmainah itu sudah beda-beda tipis! Usai menonton lalu mencari sasaran tembak si dia manakah yang karakternya mirip peran seperti yang dimainkan dalam film, begitukah mestinya?!


Tak perlu terlalu banyak menonton film atau membaca buku, jika tak ada kritisi, tak ada perubahan perilaku, tak ada perbaikan. Bukankah Menonton film amat sering terjebak pada keasyikan menikmati alur cerita syahdu, lalu menjelang the end ada adegan penuh kebahagiaan. Itulah bedanya dengan kenyataan. Terlalu sering menonton film, hanya akan penuh pengandaian dan jikalau, andai saja, bilamana, umpama, dan misalkan.


Menonton dengan hati dan logika, akan membangkitkan asa lama yang mungkin terpendam. Menonton dengan hati memancing semangat yang sempat jatuh dan terombang-ambing dalam deburan ombak kealpaan. Cinta yang sempat patah dan terkoyak duri menjadi pulih bersambung penuh “kehangatan”. Berapa banyak orang makin dalam terperosok pada lubang kehinaan karena film religi cinta diejawantahkan dalam pergaulan anak muda yang kebablasan.


Ketika Cinta Bertasbih menjadi perantara luluhnya keras hati menjadi teduh, mendorong ikhwan-ukhti ingin bersatu dalam mahligai yang syar’i dan halal sehalal-halalnya. Alloh mencubit hati ini, dengan tampilan yang mengesankan, menjadikan pelajaran dan ladang amal. Tak salah kemudian berandai-andai, namun show must go on!


Saya jadi ingat kata-kata sejuta makna “Aku tak tahu, dan aku pun tak mau tahu, yang ku tahu -aku hanya butuh cinta dan sejumput bahagia!”…ha ha saya sedang “gila”.


DARI MASA KE MASA




DOAKU

Ya ...Alloh, rachmatilah saudaraku dimanapun berada, tentramkanlah keluarganya, berkahilah rizkinya dan kesehatannya, kuatkanlah iman-takwanya, tinggikan derajatnya, kabulkanlah doa-doanya, serta ampunilah dosa-kekhilafanku!

Semoga kehidupan kita hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini...aamin.

Atur Pembuka


Selamat datang di kawasan wajib senyum. Mari berbicara dari hati ke hati.
Ada hal-hal yang kurang berkenan itu wajar, dan ketidakpuasan juga hal wajar.
Hujan berganti kemarau, mari disambut dengan lapang dada karena memang sumuk... Bismillah.
"Sedetik dimata, selamanya di Jiwa"
Salam Pramuka!