Rabu, Mei 13, 2009

APLIKASI TEKNOLOGI DALAM PENDIDIKAN DI ERA GLOBAL

oleh widodo

Hidup manusia sangat dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknologi misalnya banyak menghasilkan mesin dan alat-alat seperti jam, meisn jahit, mesin cetak, mobil, mesin tenun, kapal terbang dan sebagainya, agar manusia dapat hidup lebih mudah, aman dan senang dalam lingkungannya. Di samping itu alat-alat itu juga menimbulkan macam-macam bahaya yang dapat merusak dan membahayakan hidup manusia.

Adanya alat-alat itu dapat mengubah pikiran manusia, mengubah cara kerja dan cara hidupnya. Juga pendidikan tidak bebas dari pengaruh teknologi.

Hasil teknologi sejak lama telah dimanfaatkan dalam pendidikan. Penemuan kertas, mesin cetak, radio, fim, televisi, computer, dan lain-lain segera dimanfaatkan bagi pendidikan. Pada hakikatnya alat-alat itu tidak dibuat khusus untuk keperluan pendidikan seperti radio, computer, Tv, dan lainnya. Akan tetapi, alat-alat itu ternyata dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Mungkin hanya “teaching machine” yang sengaja dibuat khusus untuk tujuan pendidikan.

Perkembangan pesat pemanfaatan teknologi dalam pendidikan secara mendunia sejak tahun 1950-an. Di Negara maju seperti Amerika Serikat, dan Jepang, alat-alat teknologi seperti radio, Tv, laboratorium bahasa, CCTV, film, OHP, dan sebagainya sudah merupakan fasilitas pendidikan yang biasa (Nasution, 1994: 100).

Proliferasi atau pertambahan cepat alat teknologi dalam pendidikan atau hardware menimbulkan ketinggalan dalam perkembangan software.

Alat-alat itu tidak dimanfaatkan sepenuhnya karena tidak daapt dijadikan fungsional dalam pengajaranya yang diberikan oleh guru. Keseimbangan antara hardware dan software merupakan suatu masalah. Bahkan untuk kepentingan dan perkembangan globalisasi saat ini, hardware dan software yang berkembang kurang diikuti dengan “brainware smart”.

Banyak yang diharapkan dari alat-laat teknologi pendidikan untuk membantu mengatasi berbagai masalah pendidikan, misalnya untuk mengatasi kekurangan guru guna memenuhi aspirasi belajar warga masyarakat yang cepat pertumbuhannya atau untuk membantu pelajar menguasai pengetahuan yang sangat pesat berkembang, sehingga disebut eksplosi pengetahuan untuk membantu siswa belajar secara individual dengan lebih efektif dan efisien.

Bentuk produk teknologi informasi dan komunikasi yang paling berkembangan pesat adalah internet. Kehadirannya berdampak luar biasa terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Internet merupakan salah satu instrumen dalam era globalisasi yang telah menjadikan dunia ini menjadi transparan dan terhubungkan dengan sangat mudah dan cepat tanpa mengenal batas-batas kewilayahan atau kebangsaan.

Melalui internet setiap orang dapat mengakses ke dunia global untuk memperoleh informasi dalam berbagai bidang dan pada glirannya akan memberikan pengaruh dalam keseluruhan perilakunya. Dalam kurun waktu yang amat cepat beberapa dasawarsa terakhir telah terjadi revolusi internet di berbagai negara serta penggunaannya dalam berbagai bidang kehidupan. Keberadaan internet pada masa kini sudah merupakan satu kebutuhan pokok manusia modern dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan global. Kondisi ini sudah tentu akan memberikan dampak terhadap corak dan pola-pola kehidupan umat manusia secara keseluruhan. Dalam kaitan ini, setiap orang atau bangsa yang ingin lestari dalam menghadapi tantangan global, perlu meningkatkan kualitas dirinya untuk beradaptasi dengan tuntutan yang berkembang. TIK telah mengubah wajah pembelajaran yang berbeda dengan proses pembelajaran tradisional yang ditandai dengan interaksi tatap muka antara guru dengan siswa baik di kelas maupun di luar kelas.

Di masa-masa mendatang, arus informasi akan makin meningkat melalui jaringan internet yang bersifat global di seluruh dunia dan menuntut siapapun untuk beradaptasi dengan kecenderungan itu kalau tidak mau ketinggalan jaman. Dengan kondisi demikian maka pendidikan khususnya proses pembelajaran cepat atau lambat tidak dapat terlepas dari keberadaan komputer dan internet sebagai alat bantu utama.

Majalah Asiaweek terbitan 20-27 Agustus 1999 (http://www.e-dukasi.net/artikel/artikel_files/) telah menurunkan tulisan-tulisan dalam tema "Asia in the New Millenium" yang memberikan gambaran berbagai kecenderungan perkembangan yang akan terjadi di Asia dalam berbagai aspek seperti ekonomi, politik, agama, sosial, budaya, kesehatan, pendidikan, dsb. termasuk di dalamnya pengaruh revolusi internet dalam berbagai dimensi kehidupan.

Ruang kelas di masa yang akan datang disebut sebagai "cyber classroom" sebagai tempat anak-anak melakukan aktivitas pembelajaran secara individual maupun kelompok dengan pola belajar yang disebut "interactive learning" melalui komputer dan internet. Anak-anak berhadapan dengan komputer dan melakukan aktivitas pembelajaran secara interaktif melalui jaringan internet untuk memperoleh materi belajar dari berbagai sumber belajar. Anak akan melakukan kegiatan belajar yang sesuai dengan kondisi kemampuan individualnya sehingga anak yang lambat atau cepat akan memperoleh pelayanan pembelajaran yang sesuai dengan dirinya.

Kurikulum dikembangkan sedemikian rupa dalam bentuk yang lebih fleksibel sesuai dengan kondisi lingkungan dan kondisi anak sehingga memberikan peluang untuk terjadinya proses pembelajaran maju berkelanjutan baik dalam dimensi waktu maupun ruang dan materi. Dalam situasi seperti ini, guru bertindak sebagai fasilitator pembelajaran sesuai dengan peran-peran sebagaimana dikemukakan di atas.

Bisa jadi kita sulit menemukan buku dan alat tulis karena setiap anak ketika bersekolah maupun pada kegiatan lain sudah dibekali laptop berakses internet, alat-alat musik modern, kudapan makan siang, dan kamera digital. Hal itu menunjukkan bahwa media virtual menguasai dunia belajar setiap manusia, tanpa itu akan ketinggalan.

Lebih dari itu, dampak dari pemanfaatan TIK itulah yang mesti diperhatikan, belum lagi dengan pola pikir manusia dalam berproses pendidikan yang memanfaatkan teknologi. Jarak tipis antara yang benar dan yang tidak tepat akan menjadi tantangan bagi kita dalam berkehidupan, termasuk dalam belajar.

Sumber:
1.Prof. Dr. S. Nasution, M.A. 1994. Teknologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
2.Prof. Dr. H. Mohamad Surya. Potensi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di Kelas. http://www.e-dukasi.net/artikel/artikel_files/. Diunduh 18 Januari 2008.

Menembus Alas Jati Randudongkal, Rasa Hati Benar-benar Klop


Menembus Alas Jati Randudongkal, Rasa Hati Benar-benar Klop
By wid


Sabtu, 25 April, berkemas dan segera menunggangi “kuda besi” menembus jalan raya Semarang-Jakarta, kali ini saya ke daerah Ngapak-ngapak alias Tegal. Ditemani kawan satu perjuangan di kos K-Q, si Dana (Arjuno Ireng). Perjalanan kali ini terasa lebih mantap, perasaan tak ada yang kurang atau tertinggal.

Menjelang Isya, di kawasan Randudongkal Pemalang, ada pemandangan yang hampir sama seperti ketika melewati Alas Roban Batang. Kanan kiri berjejer pohon jati yang beriring ke selatan mengarah ke Moga Pemalang. Hawanya semakin dingin, karena jalur itu terus saja menuju dan menyisir pegunungan. Dinginnya menusuk tulang, hingga kaki serasa “keju” kejang. Beruntung Arjuno Ireng yang menyetir di depan, sehingga dingin itu tidak menyergap ke jantung saya (terima kasih Arjuno).

Nampaknya hujan gerimis baru saja usai, jalan masih agak basah dan kegelapan di rerumputan menjadi teman perjalanan. Sekitar di kawasan Moga Pemalang, tak henti-hentinya saya berucap “Subhanallah”. Di sisi kiri kami, tegak menjulang namun lamat-lamat terlihat, Gunung Slamet. Gunung Slamet yang sedang bermain dengan kepulan lava pijarnya. Merah muda, seperti hembusan asap rokok menyala memecah kegelapan.

Memang, sekitar satu minggu ini, selain soal koalisi parpol dan soal pencapresan, berita Status Siaga Gunung Slamet sedang diperbincangkan di berbagai media massa. Tak berhenti saya menoleh ke kiri, sesekali kaget karena jalan menuju Bumijawa Tegal itu naik turun, berkelok berlurah dan berbukit. Deg deg sir…ketika gelapnya jalan, tiba-tiba ada motor atau mobil sudah muncul dan menyorotkan lampunya memecah kesunyian. Kali ini benar-benar si Arjuno Ireng harus konsentrasi.

Ada yang tak tertinggal dari kesan ketika tinggal di dekat pegunungan yang terjaga hutannya. Jalan yang sebenarnya mengekori gunung ini sudah beraspal, seandainya tak ada objek wisata Air Panas Guci Tegal, mungkin saja aspal itu belum sampai ke sini. Dan meski tak hujan, air begitu melimpah, air yang seperti tak ada habisnya. Beda sekali dengan ketika di Semarang, kadang air PDAM tak mengalir selama seminggu, atau air dikosan yang mampet ketika kemarau menghadang. Inilah bedanya.

Menginap semalam di Bumijawa Tegal, di rumah keluarga yang baik hati (terima kasih atas sambutannya, Rifqi dan Rena jangan lupa belajar!). Paginya 26/4 minggu, ketika menyaksikan pertama kali fajar menyingsing, subhanallah luar biasa. Di depan perumahan ternyata pegunungan jaraknya tak lebih dari 50 meter. Langsung menyaksikan Gunung Slamet bertengger dengan kokohnya, menjulang menantang langit. Sayang sekali, hari itu tak memungkinkan acara ke Objek Wisata Guci. Jam 12.45 kami sudah mesti berpacu dengan waktu menuju ke Moga Pemalang. Teman kami dalam perjuangannya sebagai sesama pramuka sedang melangsungkan hajatan hidup baru, menikah. Kak Lois Yulianto (Ketua Racana Diponegoro Undip 2005) bersanding dengan Kak Elfa Mawadati (ketua Racana Subiadinata IKIP PGRI Smg 2005).

Lengkap sekali hari ini, 2 orang mantan punggawa kepramukaan perguruan tinggi semarang (pada masanya) sedang mengikatkan janji untuk bersetia dalam hidup. Suasana menjadi tambah semarak, kedatangan saya begitu tepat karena barisan pramuka IKIP PGRI Semarang dan Undip telah hadir lebih dulu. Tajuk hajatan yang diberi judul “BBM: benar-benar mantenan” ini benar-benar nyata, serba klop, serba pantes. Saya memohonkan doa untuk kakak berdua, saya memberi restu. Pesan saya “wujudkan siaga-siaga baru yang berkualitas!”, sekali pramuka tetap pramuka”.

Sang mempelai tak mau kalah memberi pesan khusus buat saya, “Kapan nih Kak Wid menyusul, segera ya…!”, mmm hehe saya jadi sir-siran dihati, mmm… nunggu musim kali’ ya hehe… Sudahlah itu nanti, saya dan Arjuno Ireng mesti segera menerjang hutan jati Randudongkal kembali untuk kemudian menuju Semarang hari itu juga.

Sebelum melanjutkan derap kaki (maksudnya derap ban motorcycle), saya sempatkan bertanya seorang warga di Moga, “Gaimana Mas balapannya?”. Sayang sekali, Moto GP di Motegi Jepang harus berakhir dengan Rosi sebagai juara kedua bukan juara pertama. Tak apalah, masih dapat juara.

Hari itu banyak doa yang saya panjatkan. Hari ini, rasa hati ini “berjaga” ketika seorang “teman” di Unsoed Puwokerto sedang menahan rasa sakit (semoga lekas sembuh). Memory Semarang-Tegal-Pemalang tak terlupakan…didadaku ada senyumku. Ayo, show must go on!

.

DARI MASA KE MASA




DOAKU

Ya ...Alloh, rachmatilah saudaraku dimanapun berada, tentramkanlah keluarganya, berkahilah rizkinya dan kesehatannya, kuatkanlah iman-takwanya, tinggikan derajatnya, kabulkanlah doa-doanya, serta ampunilah dosa-kekhilafanku!

Semoga kehidupan kita hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini...aamin.

Atur Pembuka


Selamat datang di kawasan wajib senyum. Mari berbicara dari hati ke hati.
Ada hal-hal yang kurang berkenan itu wajar, dan ketidakpuasan juga hal wajar.
Hujan berganti kemarau, mari disambut dengan lapang dada karena memang sumuk... Bismillah.
"Sedetik dimata, selamanya di Jiwa"
Salam Pramuka!