🌿 TUGAS VIDEO ADIWIYATA SMAN 13 SEMARANG
Aksi Nyata Peduli Sampah, Mulai dari Kita!
Dalam rangka mendukung program Sekolah Adiwiyata SMAN 13 Semarang, seluruh siswa diajak untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata yang sederhana, kreatif, dan bermanfaat. Setiap kelompok diminta membuat video yang memperlihatkan kebiasaan baik dalam mengurangi sampah, memilah sampah, mengelola sampah organik, atau melakukan kegiatan lain yang mendukung lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Video ini bukan sekadar tugas dokumentasi, tetapi juga menjadi sarana untuk mengajak seluruh warga sekolah membangun kebiasaan peduli lingkungan, dimulai dari tindakan sehari-hari.
1. Ketentuan Tugas
| Komponen | Ketentuan |
|---|---|
| Sekolah | SMAN 13 Semarang |
| Tema utama | Adiwiyata, khususnya pengelolaan sampah |
| Bentuk tugas | Video kreatif edukatif |
| Anggota kelompok | 3 sampai 4 siswa |
| Durasi video | Minimal 90 detik dan maksimal 2 menit |
| Batas pengumpulan | Jumat, 30 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB |
| Media pengumpulan | Google Drive yang telah ditentukan oleh guru |
Setiap kelompok memilih minimal satu tema dari daftar yang tersedia. Kelompok boleh menggabungkan beberapa tema apabila alur video tetap jelas dan durasinya sesuai ketentuan.
2. Pilihan Tema Video
Tema 1. Jajan Ramah Lingkungan di Kantin
Tunjukkan kebiasaan mengurangi sampah sekali pakai ketika membeli makanan atau minuman di kantin sekolah.
Contoh kegiatan yang dapat direkam:
Membawa tumbler sendiri untuk membeli minuman.
Membawa kotak makan untuk membeli makanan atau jajanan.
Meminta penjual mengisi minuman ke tumbler yang dibawa, jika memungkinkan.
Menghindari penggunaan gelas, sedotan, kantong, atau kemasan sekali pakai yang tidak diperlukan.
Mengajak teman membiasakan diri membawa wadah makan dan minum sendiri.
Pesan utama: Membawa tumbler dan kotak makan merupakan langkah sederhana untuk mengurangi timbulan sampah di sekolah.
Tema 2. Memilah dan Menyetorkan Sampah ke Bank Sampah
Perlihatkan cara menangani sampah yang masih dapat didaur ulang dengan benar, khususnya cup atau gelas plastik bekas minuman.
Contoh kegiatan yang dapat direkam:
Mengumpulkan cup plastik bekas setelah digunakan.
Memisahkan sampah plastik dari sampah organik dan jenis sampah lainnya.
Mengosongkan sisa minuman dan membersihkan atau mengeringkan cup sesuai ketentuan bank sampah sekolah.
Menyetorkan sampah ke tempat atau petugas bank sampah.
Menjelaskan secara singkat manfaat pemilahan sampah bagi proses daur ulang.
Pesan utama: Sampah yang dipilah dengan benar memiliki peluang lebih besar untuk dimanfaatkan kembali dan tidak langsung berakhir sebagai sampah campuran.
Tema 3. Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos
Dokumentasikan proses pengomposan sampah organik yang dilakukan di sekolah atau di tempat yang telah ditentukan.
Contoh kegiatan yang dapat direkam:
Mengumpulkan daun kering atau sisa bahan organik yang sesuai.
Memisahkan sampah organik dari plastik dan bahan anorganik.
Memasukkan bahan organik ke tempat pengomposan.
Memperlihatkan proses pencampuran atau perawatan kompos sesuai prosedur sekolah.
Menjelaskan manfaat kompos untuk tanaman dan pengurangan sampah.
Pesan utama: Sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat, bukan sekadar dibuang begitu saja.
Pastikan kegiatan dilakukan dengan pendampingan atau mengikuti petunjuk pengelola. Jangan menggunakan bahan yang tidak sesuai untuk pengomposan.
Tema 4. Aksi Adiwiyata Lain tentang Persampahan
Kelompok dapat mengangkat kegiatan lain yang berkaitan dengan pengurangan dan pengelolaan sampah.
Beberapa ide yang bisa dipilih:
Aksi memilah sampah sesuai jenisnya.
Gerakan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Kegiatan membersihkan lingkungan kelas atau sekolah.
Pemanfaatan kembali barang bekas menjadi barang yang berguna.
Pembuatan ecobrick jika sesuai dengan program dan arahan sekolah.
Kampanye membuang sampah pada tempatnya.
Edukasi tentang dampak sampah terhadap lingkungan.
Gerakan mengurangi sampah makanan atau food waste.
Ajakan kepada warga sekolah untuk menjaga kebersihan dan menerapkan prinsip 3R: Reduce, Reuse, Recycle.
Tema lain diperbolehkan selama berhubungan dengan program Adiwiyata dan pengelolaan sampah.
3. Panduan Isi Video
Agar video mudah dipahami dan tidak keluar dari batas durasi, kelompok dapat menggunakan susunan berikut.
| Bagian video | Perkiraan durasi | Isi |
|---|---|---|
| Pembukaan | 5–10 detik | Perkenalan kelompok dan tema yang dipilih |
| Aksi utama | 60–85 detik | Memperlihatkan kegiatan secara nyata dan runtut |
| Penjelasan edukatif | 15–20 detik | Menjelaskan manfaat kegiatan bagi lingkungan |
| Penutup | 5–10 detik | Ajakan singkat untuk peduli sampah |
Susunan tersebut merupakan panduan. Kelompok boleh mengatur alur secara kreatif selama total durasi tetap 90–120 detik.
Contoh kalimat penutup:
"Lingkungan sekolah yang bersih dimulai dari kebiasaan kita. Kurangi sampah, pilah dengan benar, dan lakukan aksi nyata. Adiwiyata bukan hanya slogan, tetapi kebiasaan kita setiap hari!"
4. Ketentuan Teknis Pembuatan Video
Agar hasil video jelas dan nyaman ditonton, perhatikan hal-hal berikut.
Video harus sesuai tema. Tampilkan kegiatan yang benar-benar berkaitan dengan kepedulian terhadap sampah.
Gunakan rekaman yang jelas. Pastikan gambar tidak terlalu gelap, tidak goyang berlebihan, dan kegiatan terlihat dengan baik.
Perhatikan suara. Narasi atau dialog harus terdengar jelas. Musik latar tidak boleh menutupi suara utama.
Gunakan bahasa yang sopan dan mudah dipahami. Siswa boleh menggunakan narasi, dialog, teks, atau kombinasi ketiganya.
Tambahkan identitas kelompok. Cantumkan nama anggota dan kelas pada bagian pembukaan atau penutup.
Boleh melakukan penyuntingan. Kelompok dapat menambahkan judul, teks penjelas, transisi, dan musik yang sesuai.
Utamakan orisinalitas. Video harus dibuat oleh kelompok sendiri, bukan mengambil video milik orang lain.
Jaga keselamatan dan kebersihan. Jangan mengotori lingkungan saat membuat video. Jangan melakukan tindakan berbahaya hanya untuk kebutuhan pengambilan gambar.
Hormati privasi. Pastikan orang yang direkam mengetahui dan menyetujui perekaman, terutama jika mereka bukan anggota kelompok.
Format video yang disarankan adalah MP4 dengan resolusi minimal 720p. Video boleh menggunakan orientasi vertikal atau horizontal, asalkan gambar dan teks tetap mudah dibaca.
5. Pembagian Tugas dalam Kelompok
Setiap kelompok terdiri atas 3–4 siswa. Agar pekerjaan lebih teratur, anggota dapat membagi tanggung jawab sebagai berikut.
Anggota 1: Koordinator kelompok dan penyusun konsep.
Anggota 2: Pelaksana kegiatan atau pemeran utama.
Anggota 3: Pengambil gambar dan dokumentasi.
Anggota 4, jika ada: Narator, editor, atau pemeran pendukung.
Pembagian tersebut fleksibel. Semua anggota diharapkan berkontribusi dalam proses pembuatan video.
6. Cara Mengumpulkan Video
Ikuti langkah berikut agar video dapat diperiksa oleh guru dengan mudah.
Selesaikan proses perekaman dan penyuntingan video.
Periksa kembali durasi video. Pastikan tidak kurang dari 90 detik dan tidak lebih dari 2 menit.
Pastikan suara, gambar, tema, dan identitas anggota kelompok sudah jelas.
Simpan video dalam format MP4.
Beri nama file dengan format berikut:
Kelas_NomorKelompok_Tema.mp4
Contoh:
XI F-2_Kelompok-03_Bank-Sampah.mp4Unggah video ke Google Drive yang telah ditentukan oleh guru.
Pastikan video berhasil diunggah dan dapat dibuka.
Jika guru menentukan folder khusus, unggah video ke folder tersebut, bukan ke folder lain.
Batas akhir pengumpulan:
Jumat, 30 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB.
Tautan Google Drive: Gunakan tautan yang dibagikan oleh guru.
Kelompok bertanggung jawab memastikan video sudah terkirim sebelum batas waktu.
Melalui tugas ini, siswa SMAN 13 Semarang diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mulailah dari hal sederhana. Bawa tumbler, gunakan kotak makan, pilah sampah, setorkan sampah yang dapat didaur ulang, dan olah sampah organik sesuai prosedur.
Setiap tindakan memiliki arti ketika dilakukan secara konsisten.
SMAN 13 Semarang: Bergerak Bersama, Peduli Lingkungan, Wujudkan Sekolah Adiwiyata!
Mari tunjukkan aksi nyata melalui video yang kreatif, edukatif, dan menginspirasi.




