Esuk-esuk numpak Bis RELA
Dengan menenteng tas ransel dan jaket, ku berjalan menyusuri trotoar Purwodadi. Suasana mulai ramai, anak-anak sekolah bergegas berangkat dengan segenap uneg-uneg dan semangatnya masing-masing.
Ingat masa SMA, ke sekolah mengejar angkot dan bus yang semakin berjejal. Seringnya tak kebagian tempat duduk. ada saja ceritanya, dari teman sekolah (perempuan) yang minta pangku sampai mereka colak-colek di dalam bus.
Saya pernah terlambat juga, seingat saya itu 3 kali. Di sekolah punya musuh juga, anak-anak bandel, tukang minum, hingga tukang mbolos adalah musuh bebuyutan. Pasalnya, saya yang sering lapor ke guru BP kalau ada pelanggaran.
Kala itu, hidup hemat sudah berjalan sekian waktu. Sangune pancen pas-pasan. Kita harus menahan diri untuk sekadar jajan demi pulang tak ketinggalan angkutan. Nah, pada akhir pekan kita sedikit bisa mencicipi tabungan kecil-kecilan, guna menikmati sebotol sprite atau coca cola bersama adik-adik angkatan sesama pengurus Osis.
Hampir tiada waktu kosong, pagi sampai siang pelajaran. Pulang sekolah berpramuka atau rapat OSIS atau mengadakan kegiatan Rohis. Suara saya memang tak merdu, dengan keyakinanlah sehingga melantukan syair-syair religi bersama kawan-kawan nasyid "Rayahan Usamah".
Masa itu memang lewat, kini teringat. Semoga yang baik diteruskan, yang jelek tak terulang.
wassalam.
