Sabtu, Juli 18, 2009

TUGAS KMD UNNES 2009 (bagian 1)


KMD UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
ANGKATAN  Ke V
18-21 Juli + 24-25 Juli 2009
.
Kakak-kakakku Peserta KMD angkatan ke-V,  Unnes 2009, ini ada sedikit tugas dari saya...
lakukan pengkritisan/review terhadap artikel tentang "[Gerakan] Pramuka dalam Bahaya Besar?". Artikel tersebut dapat dicari di blog ini pada menu : DAFTAR KARYA >> KEPRAMUKAAN

ketentuan tugas:
1. silakan ditulis tangan atau di tik komputer pada kertas HVS kwarto
2. jika diketik komputer, margin atas 2,5; bawah 2,5cm;kiri 2,5 cm dan kanan 2,5 cm, tiap halaman diberi nomor halaman
3. minimal 2 halaman dan maksimal 3 halaman, kertas HVS Kwarto (tulis tangan maupun tik komputer).
4. beri identitas pada kertas kerja, minimal meliputi Nama, no peserta, kelas.
5. tugas ini bersifat individu
6. tugas dikumpulkan tanggal 19 Juli 2009, paling lambat jam 15.30 WIB
7. jika diketahui bahwa  hasil pekerjaan sama dengan peserta lain atau sangat mirip, maka tugas tidak diakui, dan dikembalikan kepada peserta.

Saya mohon agar tugas tersebut dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dan dengan penuh keikhlasan.

Saya sangat berterima kasih apabila ada yang mengomentari artikel tersebut pada halaman komentar blog, maupun mengomentari artikel lainnya atau mengisi polling.

terima kasih.

by kak widodo/Pelatih Pembina Lemdikacab Kota Semarang
SHL. 095/SHL/XI.33

.

Senin, Juli 13, 2009

Dari Sekolah Internasional Sampai Tank Top


Saya memang tidak ambil peduli dengan kelahiran sekolah internasional, entah sekolah yang bertaraf internasional beneran atau hanya mengaku-aku saja.

Toh, pertanyaan besar saya, sebenarnya terjawabkah persoalan peningkatan sumber daya manusia dengan kelahiran sekolah internasional, sekolah berstandar nasional, atau sekolah-sekolah super internasional?

Kita ini nampaknya terjebak pada feodalisme gaya baru yaitu terperangkap pada angka statistik, terkungkung pada tradisi peringkat indeks sumber daya manusia se-asia tenggara, se-asia, se-dunia/internasional.

Setiap ada seminar pendidikan, para pembicara sering bermain angka statistik namun hampir semuanya menunjukkan hal-hal minus dalam kancah pendidikan kita. Seolah-olah angka itu menjadi harga mati untuk menunjukkan kualitas diri kita, kualitas manusia Indonesia. Bahwa 10 orang berprestasi belum dapat mewakili kualitas populasi yang besar, 222 juta manusia.

Maka, tak kaget bila menemukan bahwa sekalipun ada teori multiple intelligence, buktinya ujian nasional ini menjadi “senjata ampuh” untuk meneguhkan seorang siswa lulus atau paripurna dalam studinya di sekolah. Artinya, teori kecerdasan itu hanya aktif diatas kertas, namun pasif di dalam praktek.

Kearifan kita susut, menyusut surut bak air sumur yang kadang banyak di musim hujan, sedikit di musim kemarau, ketika hujan turun menjadi keruh. Lihatlah anak-anak di sekitar kita, betapa diantara anak-anak itu tak dapat bersikap positif. Lebih banyak mengeluh karena panas, mengeluh karena tak bisa, mengeluh karena kotor. Anak-anak yang bersekolah di sekolah favorit, yang bisa-bisanya bermanis-manis muka menghadapi guru dan para tamu di sekolahan mereka, namun tak santun di jalan raya, tak cerdas mengantri menunggu bis kota, gonta-ganti telepon seluler sebagaimana trend yang ada.

Berbagai kegiatan bakti yang diadakan sekolah, seperti menjadi momentum tahunan atau kegiatan rutin yang berangkat dari gagasan pengelola sekolah, demi apa? Katanya demi melatihkan anak supaya peka sosial. Sependapat juga dengan langkah ini, namun sekali lagi kita terjebak pada upaya seremonial karena kegiatan bakti sosial-kemasyarakatan itu dikembangkan oleh sekolah, bukan oleh anak. Anak-anak menjadi pelaksana dan perencana namun tak berinisiatif untuk mengadakan sesuatu itu menjadi mendarah daging hingga mereka benar-benar tampil di masyarakat.

Orangtua yang mengelu-elukan keberhasilan prestasi anak di sekolah, selalu berpatokan pada prestasi akademik dan rangking kejuaran. Namun, terlupa bagaimana mendidikkan tepo saliro dan mawas diri, sehingga mereka membiarkan anak-anaknya menikmati indahnya pertemanan yang berkembang menjadi pacaran, dan akhirnya pergaulan bebas.

Teman-teman kita yang terjun di kegiatan ekstrakurikuler sekalipun, termasuk mereka yang menjadi pramuka ataukah kegiatan lainnya, menjadi sama latahnya dengan yang mengaku pramuka gaul. Betapa senang hati saya, tatkala menyaksikan mereka berseragam pramuka, yang muslim berjilbab ketika dalam acara formal. Namun batin saya sontak menjadi sakit, miris merana, melihat mereka bergandengan tangan dengan mesra di ujung lorong atau di pojok ruang sepi malam. Betapa berontak diri ini, melihat mereka menanggalkan jilbabnya berganti tank top mirip bikini dan bermanis manja. Beginikah hasil pendidikan kita (termasuk pendidikan kepramukaan). Apakah kepramukaan hanya menjadi rutinitas daripada tak ada aktivitas? Ah saya mengeluh.

Betapapun demikian, saya tidak ingkar, masih banyak orang yang peduli pada pendidikan ini. Guru-guru di tempat terpencil yang mengorbankan banyak kesenangan hidup demi mendidik anak-anak sekalipun di kampung yang menuju sekolah harus naik bukit, mengitari jalan setapak penuh belukar, tersembunyi di hutan, dan melayani anak dari masyarakat yang masih sangat kaku terhadap budaya luar. Masih ada pramuka yang bervisi dan tanpa pamrih menggiatkan diri dalam aktivitas yang tak menjanjikan uang/materi. Saya menjadi saksi hidup keadaan yang demikian. Saya ingin selalu menjadi bagian dari mereka.


DARI MASA KE MASA




DOAKU

Ya ...Alloh, rachmatilah saudaraku dimanapun berada, tentramkanlah keluarganya, berkahilah rizkinya dan kesehatannya, kuatkanlah iman-takwanya, tinggikan derajatnya, kabulkanlah doa-doanya, serta ampunilah dosa-kekhilafanku!

Semoga kehidupan kita hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini...aamin.

Atur Pembuka


Selamat datang di kawasan wajib senyum. Mari berbicara dari hati ke hati.
Ada hal-hal yang kurang berkenan itu wajar, dan ketidakpuasan juga hal wajar.
Hujan berganti kemarau, mari disambut dengan lapang dada karena memang sumuk... Bismillah.
"Sedetik dimata, selamanya di Jiwa"
Salam Pramuka!