Jumat, November 27, 2009

"Fenomena seks bebas di kalangan remaja dilihat dari sudut pandang pendidikan"

Tema : Prokontra Virginitas

Oleh : Sandra Novita Sari


Dewasa ini seks memang bukan suatu bentuk penyelewengan moral yang jarang terjadi, bahkan di Jakarta dan di kota-kota besar lainnya dinilai oleh banyak kalangan sudah sampai pada taraf yang memprihatinkan. Kebanyakan dari mereka melakukan seks karena rasa ingin tahu yang besar, lalu karena terangsang oleh sesuatu yang dilihat, didengar, dan dirasakannya. Hal ini tentu saja bukan hanya membuat khawatir orang tua, tetapi juga praktisi dalam bidang pendidikan.


Menyimak gejala meningkatnya kenakalan remaja, banyak kalangan masyarakat terutama insan pendidikan merasa tersentak. Bagaimana tidak; karena mereka itu adalah anak didik yang akan menjadi pewaris masa depan bangsa. Amat beralasan jika kekhawatiran tentang bagaimana suatu negara yang dipimpin oleh remaja-remaja yang sudah terjerumus dalam seks bebas. Bagaimana mereka dapat menghadapi tantangan zaman yang semakin berat, bagaimana mungkin mereka dapat meraih masa depan jika sudah terjerumus dalam seks yang membentuk relung kemaksiatan.


Direktorat Jendral Pendidikan telah lama mencarikan jalan keluar pemecahan permasalahan seks bebas remaja ini. Berbagai seminar, loka karya, pembinaan-pembinaan remaja telah banyak dilakukan. Tetapi sampai pada saat ini upaya tersebut nampaknya belum juga menggembirakan, karena masih saja kita saksikan beribu kasus seks bebas di kalangan remaja. Mungkin perana orang tua memang sangat diperlukan. Kecenderungan remaja melakukan seks bebas tidak dapat dilepas dari peranan dan tanggung jawab orang tua. Sekalipun lingkungan seperti keluarga, sekolah, dan teman sebaya mempunyai pengaruh yang besar bagi remaja, tetapi apabila orang tua dapat melaksanakan peran dan tanggung jawabnya, maka pengaruh lingkungan yang buruk dapat ditekan seminimal mungkin. Sehingga perilaku menyinpang di kalangan remaja yaitu seks bebas tidak terjadi lagi dan negara Indonesia akan mendapatkan generasi penerus yang mempunyai masa depan cerah.


_Sandra Novita Sari, Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, UNNES


Kamis, November 26, 2009

Berita Mengejutkan!

Pagi ini pada jam 09.22, suatu hal yang mengejutkan tidak saya sangka-sangka terjadi. HP saya berdering, seorang dengan suara lelaki menanyakan identitas saya. Beliau mengaku anggota Polres Semarang Selatan yang menanyakan aktivitas saya pagi. Kamis tanggal 24 November 2009.
.
Saya sampaikan bahwa saya pagi itu, memang bangun cukup pagi, sekitar jam 3.45, usai shalat malam saya menunggu kumandang adzan subuh. usai shalat subuh, saya sempatkan keluar kamar lagi untuk melihat langit, cuaca agak mendung, tapi bintang masih bersinar. Saya kembali ke kamar dan merebahkan kepala untuk meneruskan tidur. Rencananya, pagi itu saya ke kampus sepagi mungkin, ke IKIP PGRI, dan siangnya membina pramuka di MI dekat kampus.
.
Tahukah teman-teman, Pak Polisi ini menyatakan bahwa telah ditemukan seorang bayi di kos depan kami, kos yang bersebelahan dengan kos kami. Memang kami bersebelahan dengan beberapa kos. Saya tidak menduga itu benar terjadi. Saya ditanya, "Apakah pagi itu mendengar sesuatu yang mencurigakan, suara tangis bayi atau hal lainnya?". Saya jawab "Saya tidak mendengarnya, dan saya tidak memperhatikannya".
.
Percakapan berlangsung 3,23 menit. Pada bagian akhir percakapan kami, Pak Polisi menyampaikan akan menghubungi saya lagi apabila ada sesuatu hal atau keterangan yang perlu diperoleh. Dengan senang hati saya akan membantu. terima kasih.
.
Baru kali ini saya ditelepon anggota Polri, lebih-lebih yang dibicarakan soal-soal yang tidak lazim.
bagaimana dengan Anda?
.

DARI MASA KE MASA




DOAKU

Ya ...Alloh, rachmatilah saudaraku dimanapun berada, tentramkanlah keluarganya, berkahilah rizkinya dan kesehatannya, kuatkanlah iman-takwanya, tinggikan derajatnya, kabulkanlah doa-doanya, serta ampunilah dosa-kekhilafanku!

Semoga kehidupan kita hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini...aamin.

Atur Pembuka


Selamat datang di kawasan wajib senyum. Mari berbicara dari hati ke hati.
Ada hal-hal yang kurang berkenan itu wajar, dan ketidakpuasan juga hal wajar.
Hujan berganti kemarau, mari disambut dengan lapang dada karena memang sumuk... Bismillah.
"Sedetik dimata, selamanya di Jiwa"
Salam Pramuka!