Kalau ada garapan yang mesti dikejar supaya segera selesai, mau tak mau saat malam mesti lembur nggarap. Tidak perempuan atau lelaki, kalau ada sedang kepepet mesti jadi terburu segera merampungkan. Akibatnya, tidur tidak lagi tengah malam, namun dini hari (jam 1, 2, atau 3 pagi bahkan tidak tidur sampai pagi fajar).
Mengetik beribu atau beratus ribu kata-kata supaya menjadi bermakna seringnya mengorbankan penat, capek, pegel, dan kantuk yang sudah menarik kelopak mata supaya tertutup segera. saya sendiri berapa kali harus melawan kantuk yang menerjang, sampai-sampai tergeletak terkapar tak berdaya di depan komputer dan tahu-tahu sudah jam 3 pagi...astaghfirullah mateng aku durung rampung ki... alhamdulillah wis dibuat tidur..hehe
Perasaan ini benar-benar plong jika sudah tuntas, tiba saatnya mencetak alias ngeprint garapan. Karena tak punya printer, walhasil ke rental adalah jalan utamanya. Kalau nyanggong pakai printer kancane dhewe kalau sedikit yang diprint tidak masalah, tapi kalau banyak wah kasihan.
Dengan semangat membara menyerahkan pekerjaan yang telah tercetak itu, harapannya bisa diterima, kalau dikoreksi ya...tidak fatal. Demikian itu rasanya cukup sebagai "bayaran" atas lemburan semalam.
Mengeluh adalah hal yang sulit dikesampingkan tatkala berbagai masalah menghadang, sebaik-baiknya mengeluh adalah keluhan kepada Illahi Robbi, kepada-Nyalah semua persoalan dipasrahkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar