
sungguh benar-benar ada...
acapkali saya menemukan suasana seperti ini...begini ceritanya...
berapa kali saya merasa jengah...suntuk tak karuan bila menemukan dosen-dosen saya yang profesor doktor...dengan segenap ketangkasannya memberikan kuliah.
bukannya menyampaikan point-point materi kuliah..atau setidaknya sejumlah kasus dan permasalahan yang bisa didiskusikan mahasiswa. justru sang Profesor Doktor sibuk menguak berbagai kekurangan dosen lain, dosen kolega mereka, atau mengritik berbagai kebijakan tanpa tawaran solusi. Beberapa pengungkapan mereka diantaranya seperti:
-si Pak anu...Profesor yang nggak Doktor,bagaimana itu bisa diharapkan kualitas mengajarnya!
-teori buku itu tidak benar..Anda harus baca teori ini....teori yang itu tidak layak dipelajari. Buku itu menyesatkan...dan sebagainya
-Rektor yang sekarang itu maunya nggak jelas...dulu waktu saya menjadi ini dan itu...saya bisa berbuat...beda dsengan sekarang maunya cari nama
-yang dibilang Pak anu itu nggak bener lah...masa'...bla bla
-demikiankah hal positif yang kita seringkali dengar dari para begawan di kampus...
-waktu saya di Netherland, Amerika, Negeri Kanguru kondisi pendidikan itu begini, di sini kok nggak ada benernya.
kritik siapa yang menyesatkan... kita yang sering tak ada jawaban yang tepat...semua dianggap salah oleh dosen-dosen tertentu. menjawab pertanyaannya tak ada benarnya, tidak menjawab pasti dikata-kata...
alangkah indahnya jika kita tak sekadar mengkritik...jika kolega kita, bukankah lebih baik jika sampaikan kritik kita itu secara langsung kepada yang bersangkutan. apalagi para cerdik cendika yang profesor doktor tentu punya POWER untuk memperbaiki, mengingatkan.
kritik yang paling mendera dunia pendidikan kita adalah pendidikan Indonesia yang tidak bermutu, kualitas SDM yang rendah, pembelajaran yang monoton, pencapaian tujuan pendidikan yang kognitif saja...bla bla bla. terkesan semua di gebyah uyah berkondisi sama.
mari mengkaji...bahwa tidak semua manusia Indonesia itu rendah kualitasnya, tidak semuanya pembelajaran itu tidak bermutu, tidak semuanya sekadar pencapaian kognitif. jadi, TIDAK SEMUA, OJO DIGEBYAH UYAH, ojo cepet-cepet menggeneralisasi.
saya juga sedang mengkritik...saya juga mau tobat...semoga yang salah bisa diingatkan.
kritik ini mengkritik kritik mengkritik...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar