Selasa, Januari 19, 2010

Menjelang Akhir "tugasku"



kritik mengkritik kritik...tak habis habis

Menjelang KMD PGSD Unnes 2010, tanggal 25-31 Januari. Menjelang KMD IKIP PGRI prodi BK tgl 8-14 februari 2010. Menjelang KMD IKIP PGRI prodi PGSD tgl 15-21 Februari 2010.

Menjelang masa tugas berakhir, meski bukan akhir sebagai pramuka. Ada rasa senang tapi bukan kebanggaan, sebab untuk apatah kebanggaan itu? Ada duka yang ditutup sedemikian rupa. Kubuang jauh kata-kata "malas", "bodoh", namun tak selalu memuaskan semua, toh memang bukan alat pemuas. Melakukan dengan segenap kemampuan, menekan ketidakpercayaan diri menjadi yakin. Mendisiplinkan diri secara pribadi dan profesi. Do the right thing, first time, and every time.

Semoga Alloh mewujudkan doa, sebab Ia Maha Tahu kebutuhan hamba-Nya. Seakan umur ini mungkin memang tak panjang lagi, dan memang kita tak benar-benar tahu kapan menghadap-Nya. Ssementara itu pengabdian tetap teguh. Aku tak ingin lagi sendiri, untuk memahami diri sendiri dan teman sejati.


Jumat, Januari 01, 2010

Lesap

Lesap , by kakwid


Jika ada seorang ukhti menginginkan engkau meneleponnya, aku baru tahu hal ini karena ia menganggap bahwa itu begitu berarti baginya, bagi hubungan yang lebih serius. Bahwa ia membutuhkan pengakuan, bahwa ia menutupi rasa “aku sayang padamu”, pengharapannya yang besar menunjukkan pembuktian cintanya.


Kadang, ada hal yang tak ingin kita lepaskan dan ada orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan. Tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari segalanya. Ladang kasih dan amal itu begitu luasnya, tak pantas menghabiskan hari-hari demi satu orang yang katanya tulus cintanya.


Bisa saja, Cinta bagiku adalah ketika engkau tidak mempedulikanku, aku masih menunggumu dengan setia, adalah ketika engkau mulai mencintai orang lain atau memiliki beberapa pilihan lain dan aku masih bisa tersenyum sambil berkata, "Aku turut berbahagia untukmu", meski hatiku merintih dan aku tak mengatakannya, tapi ini bukan akhir segalanya. Pramuka mengenal kata menyerah, namun yang pasti ia tak mudah menyerah.


Apabila cintamu tidak berhasil, bebaskanlah dirimu, biarkanlah hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi. Cinta tak mesti selalu berakhir bahagia, karena cinta memang tak harus berakhir. Masih banyak cinta di luar sana dan di dalam hati.


Orang yang terkuat bukanlah orang yang selalu menang dalam segala hal, tetapi mereka yang tetap tegar ketika sedang jatuh. Entah bagaimana, dalam perjalanan kehidupanmu, engkau akan belajar tentang dirimu sendiri dan suatu saat engkau akan menyadari bahwa penyesalan kadang harus ada didalam hidupmu, supaya kesalahan tak terulang. Hanyalah penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kau buat yang seharusnya ada di dalam hidupmu.


Aku belajar menjadi sahabat atau orang teristimewa bagimu. yang akan mengerti ketika engkau berkata, "Aku lupa" “Aku Bingung”. Aku akan tetap setia menunggu ketika engkau berkata, "Tunggu sebentar". Hatiku akan tetap tinggal, terikat kepadamu ketika engkau berkata, "Tinggalkan aku sendiri " atau “jangan hubungi aku, jangan SMS lagi!” atau “anggaplah diantara kita selama ini tak ada apa-apa” atau “mulai saat ini, nomormu akan kuhapus!”. Saat engkau berkata untuk meninggalkanku, aku akan pergi meninggalkanmu sesaat, memberimu waktu untuk menenangkan dirimu sendiri, tetapi pada saat-saat itu, hatiku tidak akan pernah meninggalkanmu. Dan sewaktu aku jauh darimu, aku akan selalu mendoakanmu.


Walaupun dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang, Tetapi ketika cinta itu tulus, meskipun mungkin kelihatannya engkau kalah, Tetapi sebenarnya engkau menang karena engkau dapat berbahagia sewaktu engkau dapat mencintai seseorang lebih dari engkau mencintai diri engkau sendiri.


Akan tiba saatnya dimana engkau harus berhenti mencintai seseorang. Bukan karena orang itu berhenti mencintaimu atau karena ia tidak mempedulikanmu, melainkan saat engkau menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kau melepasnya.


Lebih baik menunggu orang yang benar-benar engkau inginkan, daripada berjalan bersama orang "yang tersedia". Lebih baik menunggu orang yang engkau cintai, daripada orang yang berada di "sekelilingmu". Lebih baik menunggu orang yang tepat, karena hidup ini terlalu berharga dan terlalu singkat untuk dibuang dengan hanya "seseorang" atau untuk dibuang dengan orang yang tidak tepat.


Kadangkala, orang yang engkau cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu, dan kadangkala teman yang membawamu di dalam “pelukannya” dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak engkau sadari. Dialah yang bersedia mendengarkanmu yang pantas untuk bersamamu, bukan dia dia yang hanya ingin berbagi kesenangan, bukan orang yang senag ber-tos atas kesuksesan atau kesepahaman yang membanggakan. Perhatikanlah sekeliling betapa bukan hanya engkau yang butuh kasih sayang, ia yang memberi dengan hati dan mendengar dengan hati.


Ucapan yang keluar dari seseorang dapat membangun orang lain, tetapi dapat juga menjatuhkannya. Bila bukan diucapkan pada orang, waktu, dan tempat yang benar, ini jelas bukan sesuatu yang bijaksana. Ucapan yang keluar dapat berupa kebenaran ataupun kebohongan untuk menutupi isi hati. Kita dapat mengatakan apa saja dengan mulut kita, tetapi isi hati kita yang sebenarnya tidak akan dapat dipungkiri.


Tidak ada orang yang mengaku cinta pada Tuhannya yang tak diuji cintanya itu. tidak ada orang yang mengaku sabar yang tak diuji kesabarannya itu. Tidak ada orang yang terbiasa memotivasi orang lain yang tidak dicoba diturunkan semangatnya itu. Orang yang bilang kepada temannya "ikhlaskanlah!", maka pasti suatu saat akan mengalami kecewa, itu untuk membuktikan keikhlasannya sendiri. Pasti diuji, pasti dicoba! maka, saya belajar untuk itu.


Ini ungkapan hati dan logika, meski kutipan darimana-mana. Mungkin ini bukan akhir, tetapi bisa berakhir jika engkau menginginkannya.


Aku si pramuka bukan siapa-siapa yang tidak penting atas kepergiannya, namun jejak pemikiran dan barisan ide yang mencerahkan merupakan kenikmatan yang tidak semua punya. Jejak ide bukan bangunan monumental yang lebih berguna.


*Lesap: hilang secara berangsur-angsur

Sabtu, Desember 26, 2009

ATAP SEBAGAI LAHAN PERTANIAN


Oleh: Sandra Novita Sari


Nasib bumi yang kita tempati semakin hari semakin merana. Lapisan ozon yang menjadi pelindunga hampir usang terkoyak-koyak oleh imbas kemajuan teknologi dari aktivitas kehidupan manusia. Disatu sisi manusia dengan kemajuan teknologinya telah menghasilkan limbah-limbah yang meracuni atmosfer. Semburan gas karbon dan gas berbahaya setiap hari dari berbagai bentuk aktivitas telah menggerogoti sistem pertahanan atmosfer. Disisi lain, hutan dengan segala keanekaragaman kekayaan flora dan faunapun terenggut.


Jumlah tumbuhan hijau sebagai makhluk "paling baik" yang merupakan tumpuan limbah-limbah kehidupan menjadi tidak seimbang. Sementara itu jumlah tunbuhan hijau yang dibutuhkan semakin besar, seiring dengan laju pertumbuhan penduduk.


Hutan yang berfungsi sebagai paru-paru dunia telah terkalahkan oleh sektor properti, program perluasan kota, sektor industri, ekonomi, bahkan politik. Limbah kemajuan teknologi manusia dan eksploitasi besar-besaran terhadap hutan adalah dua sisi yang berkorelasi positif terhadap kerusakan lapisan ozon bumi kita.


Berangkat dari pemikiran itu, kemajuan teknologi harus bertanggunga jawab pula terhadap terjadinya krisis lahan pertanian. Pemikiran menjadikan atap rumah dan bangunan lain sebagai lahan pertanaman berawal dari kekhawatiran terhadap makin rendahnya kualitas udara dan kekhawatiran akan datangnya krisis pangan pada masa mendatang akibat lahan pertanaman yang semakin menyempit.


Meskipun disadari bahwa fungsi ekologis dari lahan pertanaman diatas atap ini tidak bisa menggantikan sepenuhnya fungsi ekologis dari hutan dan lahan pertanaman yang sesungguhnya, namun setidaknya sebagai alternatif solusi dari krisis lahan pertanaman, krisis udara bersih, dan krisis pangan, yang semakin dikhawatirkan menimpa bumi dimasa mendatang.


Faktor yang mempengaruhi lahan pertanaman diatas atap, adalah sebagai berikut:


    1. Menggunakan lahan yang terbatas atau pot
    2. Penanaman, pemeliharaan, dan pemungutan hasil sama dengan sistem bertanam dilahan sesungguhnya.
    3. Memperhatikan daya dukung bangunan terhadap beban air dan tanaman diatasnya.
    4. Mempertimbangkan kecepatan angin, tingginya intensitas matahari, dan pengaturan drainase yang baik.
    5. Memilih varietas yang sesuai.




_Sandra Novita Sari, Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, UNNES

Sabtu, Desember 19, 2009

Duka Pramuka...Semoga Kak Mukiman SM diberi "tempat" terbaik



Innalillahi wa inna illaihi raji'un

telah dipanggil kehadirat Alloh SWT, Kakak Kami, Kak Mukiman SM pd Senin, 14 Desember 2009, pukul 2.35 WIB.


Kak Mukiman seorang anggota korp Pelatih Pembina Lemdikacab Kota Semarang dan Andalan Cabang, benar-benar telah paripurna.


Kak Mukiman sebagai pelatih Pembina pramuka, sebagai partner, sebagai Sesepuh, dan sesama umat Nabi Muhammad telah banyak meneladani hal-hal terbaik.


Semoga amal ibadah beliau di beri balasan terbaik, ditempatkan pada wahana dan kondisi terbaik dari Alloh.


kami akan teruskan perjuangan, dan dedikasi...semoga dapat tercapai...amin.

Jumat, Desember 18, 2009

menerima diri sendiri



Widodo... sesuatu itu datang dan pergi
demikian itu terjadi
adakalanya ia datang ketika ia butuh dirimu, setelah itu ia akan pergi
easy come, easy go
ia akan datang bila bantuanmu diperlukan, setelah itu ia akan pupus
tapi jangan surut jiwamu, begitulah hidup...
aku berusaha mengerti diri

berusaha menerima diri sendiri

DARI MASA KE MASA




DOAKU

Ya ...Alloh, rachmatilah saudaraku dimanapun berada, tentramkanlah keluarganya, berkahilah rizkinya dan kesehatannya, kuatkanlah iman-takwanya, tinggikan derajatnya, kabulkanlah doa-doanya, serta ampunilah dosa-kekhilafanku!

Semoga kehidupan kita hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini...aamin.

Atur Pembuka


Selamat datang di kawasan wajib senyum. Mari berbicara dari hati ke hati.
Ada hal-hal yang kurang berkenan itu wajar, dan ketidakpuasan juga hal wajar.
Hujan berganti kemarau, mari disambut dengan lapang dada karena memang sumuk... Bismillah.
"Sedetik dimata, selamanya di Jiwa"
Salam Pramuka!