Lesap , by kakwid
Jika ada seorang ukhti menginginkan engkau meneleponnya, aku baru tahu hal ini karena ia menganggap bahwa itu begitu berarti baginya, bagi hubungan yang lebih serius. Bahwa ia membutuhkan pengakuan, bahwa ia menutupi rasa “aku sayang padamu”, pengharapannya yang besar menunjukkan pembuktian cintanya.
Kadang, ada hal yang tak ingin kita lepaskan dan ada orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan. Tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari segalanya. Ladang kasih dan amal itu begitu luasnya, tak pantas menghabiskan hari-hari demi satu orang yang katanya tulus cintanya.
Bisa saja, Cinta bagiku adalah ketika engkau tidak mempedulikanku, aku masih menunggumu dengan setia, adalah ketika engkau mulai mencintai orang lain atau memiliki beberapa pilihan lain dan aku masih bisa tersenyum sambil berkata, "Aku turut berbahagia untukmu", meski hatiku merintih dan aku tak mengatakannya, tapi ini bukan akhir segalanya. Pramuka mengenal kata menyerah, namun yang pasti ia tak mudah menyerah.
Apabila cintamu tidak berhasil, bebaskanlah dirimu, biarkanlah hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi. Cinta tak mesti selalu berakhir bahagia, karena cinta memang tak harus berakhir. Masih banyak cinta di luar sana dan di dalam hati.
Orang yang terkuat bukanlah orang yang selalu menang dalam segala hal, tetapi mereka yang tetap tegar ketika sedang jatuh. Entah bagaimana, dalam perjalanan kehidupanmu, engkau akan belajar tentang dirimu sendiri dan suatu saat engkau akan menyadari bahwa penyesalan kadang harus ada didalam hidupmu, supaya kesalahan tak terulang. Hanyalah penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kau buat yang seharusnya ada di dalam hidupmu.
Aku belajar menjadi sahabat atau orang teristimewa bagimu. yang akan mengerti ketika engkau berkata, "Aku lupa" “Aku Bingung”. Aku akan tetap setia menunggu ketika engkau berkata, "Tunggu sebentar". Hatiku akan tetap tinggal, terikat kepadamu ketika engkau berkata, "Tinggalkan aku sendiri " atau “jangan hubungi aku, jangan SMS lagi!” atau “anggaplah diantara kita selama ini tak ada apa-apa” atau “mulai saat ini, nomormu akan kuhapus!”. Saat engkau berkata untuk meninggalkanku, aku akan pergi meninggalkanmu sesaat, memberimu waktu untuk menenangkan dirimu sendiri, tetapi pada saat-saat itu, hatiku tidak akan pernah meninggalkanmu. Dan sewaktu aku jauh darimu, aku akan selalu mendoakanmu.
Walaupun dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang, Tetapi ketika cinta itu tulus, meskipun mungkin kelihatannya engkau kalah, Tetapi sebenarnya engkau menang karena engkau dapat berbahagia sewaktu engkau dapat mencintai seseorang lebih dari engkau mencintai diri engkau sendiri.
Akan tiba saatnya dimana engkau harus berhenti mencintai seseorang. Bukan karena orang itu berhenti mencintaimu atau karena ia tidak mempedulikanmu, melainkan saat engkau menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kau melepasnya.
Lebih baik menunggu orang yang benar-benar engkau inginkan, daripada berjalan bersama orang "yang tersedia". Lebih baik menunggu orang yang engkau cintai, daripada orang yang berada di "sekelilingmu". Lebih baik menunggu orang yang tepat, karena hidup ini terlalu berharga dan terlalu singkat untuk dibuang dengan hanya "seseorang" atau untuk dibuang dengan orang yang tidak tepat.
Kadangkala, orang yang engkau cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu, dan kadangkala teman yang membawamu di dalam “pelukannya” dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak engkau sadari. Dialah yang bersedia mendengarkanmu yang pantas untuk bersamamu, bukan dia dia yang hanya ingin berbagi kesenangan, bukan orang yang senag ber-tos atas kesuksesan atau kesepahaman yang membanggakan. Perhatikanlah sekeliling betapa bukan hanya engkau yang butuh kasih sayang, ia yang memberi dengan hati dan mendengar dengan hati.
Ucapan yang keluar dari seseorang dapat membangun orang lain, tetapi dapat juga menjatuhkannya. Bila bukan diucapkan pada orang, waktu, dan tempat yang benar, ini jelas bukan sesuatu yang bijaksana. Ucapan yang keluar dapat berupa kebenaran ataupun kebohongan untuk menutupi isi hati. Kita dapat mengatakan apa saja dengan mulut kita, tetapi isi hati kita yang sebenarnya tidak akan dapat dipungkiri.
Tidak ada orang yang mengaku cinta pada Tuhannya yang tak diuji cintanya itu. tidak ada orang yang mengaku sabar yang tak diuji kesabarannya itu. Tidak ada orang yang terbiasa memotivasi orang lain yang tidak dicoba diturunkan semangatnya itu. Orang yang bilang kepada temannya "ikhlaskanlah!", maka pasti suatu saat akan mengalami kecewa, itu untuk membuktikan keikhlasannya sendiri. Pasti diuji, pasti dicoba! maka, saya belajar untuk itu.
Ini ungkapan hati dan logika, meski kutipan darimana-mana. Mungkin ini bukan akhir, tetapi bisa berakhir jika engkau menginginkannya.
Aku si pramuka bukan siapa-siapa yang tidak penting atas kepergiannya, namun jejak pemikiran dan barisan ide yang mencerahkan merupakan kenikmatan yang tidak semua punya. Jejak ide bukan bangunan monumental yang lebih berguna.
*Lesap: hilang secara berangsur-angsur

Tidak ada komentar:
Posting Komentar