Kamis, Juli 08, 2010

dari IAIN kembali ke Sekolah

28 juni - 3 Juli 2010 masa KMD di IAIN Walisongo, usai.
masa diklat se-jawa itu menjadi kenangan. baru kali itu saya tak hapal nama peserta didik kelas yang saya ampu, mungkin seabrek tugas lain (non pramuka) sebagai sebabnya. berangkat jam 6 dan pulang jam 18.30, hampir setiap hari, selama sepekan. rasa was-was dan imbang berimbang, 11 orang saya tangguhkan. begitulah ekses dari peningkatan kriteria kelulusan peserta yang kini menyaratkan 85% minimal untuk kehadiran, belum lagi 5 syarat lainnya.

KMD ini menjadi masa yang penuh tantangan, inilah kali pertama tugas begitu banyak disandang, mulai menjadi pelatih, staf dan humas, wali kelas, koordinator perkemahan, dan wakil pemimpin kursus. kesan itu bertambah istimewa tatkala harus melaporkan hasil kelulusan peserta, dari 60 orang, lulus 49 dan ditangguhkan 11 orang. seingat saya, baru kali ini KMD dengan jumlah peserta yang sedikit namun penangguhan cukup banyak.

KMD telah berakhir, demikian hasil yang ditorehkan. protes, pujian, kritik, dan saran peserta yang datang mesti disikapi dengan tenang dan kesantunan. saya terkesan dengan panggilan peserta kepada saya, "si malaikat penjaga" atau "Kakak SK Kwarnas", karena sedikit-sedikit saya sandarkan dengan keputusan/aturan yang memayungi kepramukaan. bagaimanapun, disiplin dan ketegasan, dibalut kesantunan dan kesederhanaan. oleh-oleh diare dan kini alergi dingin menandai titik kulminasi usaha dan perjuangan kali ini.

salam hormat untuk semua, entah kapan bisa berjumpa kembali dengan peserta-peserta KMD lainnya, eks peserta KMD yang telah bertebar menjadi pembina.

kini, saatnya kembali ke tugas utama, guru, pendidik, mendampingi peserta didik. menghadapi anak-anak yang kadang menyemangati tugas, atau kadang menjenuhkan karena polah-polah tak beraturan. keyakinan saya, mereka akan menuai hasil dari apa yang mereka perbuat, demikian juga dengan saya.

ora et labora, doa kini semakin kupanjatkan, agar hidup ini lebih bermakna dan bermanfaat. sehingga saatnya maut menjemput, khusnul khotimah adalah cita-cita....semoga.


Minggu, Juni 13, 2010

Menjelang Liburan ...

minggu ini, kegiatan rutin di sekolah sedang padat-padatnya
dari mengadakan ulangan, remidi, ujian akhir semester, mengoreksi, mengolah nilai dll sampai melayani curhat anak-anak.
sedikit demi sedikit selesai juga... alhamdulillah, semua berkah dari Alloh yang mengkaruniakan.

liburan hampir menjelang, liburan atau tidak, show must go on. aktivitas tetap berjalan dan bukan untuk bersantai membuang waktu.

semoga di dalam kesulitan ada kemudahan,..amin.

Minggu, Mei 30, 2010

kEBAIKAN untuk kEBAIKAN


mengapa kita selalu meminta? padahal sedikit yang bisa kita berikan. bahkan, ketika sudah memberikan, apakah keikhlasan sekadar pemanis bibir? banyak pula orang yang ingin sukses, tapi kesuksesan seperti apa juga masih samar dalam kebingungan, belum lagi upaya untuk sukses patut dipertanyakan.

"dia tak pernah memberi apa-apa kepadaku, atas dasar apa aku memberi padanya?" demikianlah yang sering saya dengar. diberi untuk memberi, membalas baik karena diberi duluan ataupun membalas dendam karena kita didzolimi...a a a tidak demikian, mestinya.

di dalam rezeki kita, ada hak orang lain yang mesti ditunaikan. meyakini bahwa kebaikan berbalas kebaikan, itu tepat karena Alloh menyatakan begitu.

adakalanya orang membutuhkan, setelah perjumpaan dan bertukar gagasan, akhirnya ia mengatakan "ah sama sekali nggak dapat apa-apa dari dia!", bijakkah demikian?

berkata-kata tak ada habisnya.....sampai jumpa lagi.

Sabtu, Mei 01, 2010

MASA SMA...


Esuk-esuk numpak Bis RELA
Dengan menenteng tas ransel dan jaket, ku berjalan menyusuri trotoar Purwodadi. Suasana mulai ramai, anak-anak sekolah bergegas berangkat dengan segenap uneg-uneg dan semangatnya masing-masing.

Ingat masa SMA, ke sekolah mengejar angkot dan bus yang semakin berjejal. Seringnya tak kebagian tempat duduk. ada saja ceritanya, dari teman sekolah (perempuan) yang minta pangku sampai mereka colak-colek di dalam bus.

Saya pernah terlambat juga, seingat saya itu 3 kali. Di sekolah punya musuh juga, anak-anak bandel, tukang minum, hingga tukang mbolos adalah musuh bebuyutan. Pasalnya, saya yang sering lapor ke guru BP kalau ada pelanggaran.

Kala itu, hidup hemat sudah berjalan sekian waktu. Sangune pancen pas-pasan. Kita harus menahan diri untuk sekadar jajan demi pulang tak ketinggalan angkutan. Nah, pada akhir pekan kita sedikit bisa mencicipi tabungan kecil-kecilan, guna menikmati sebotol sprite atau coca cola bersama adik-adik angkatan sesama pengurus Osis.

Hampir tiada waktu kosong, pagi sampai siang pelajaran. Pulang sekolah berpramuka atau rapat OSIS atau mengadakan kegiatan Rohis. Suara saya memang tak merdu, dengan keyakinanlah sehingga melantukan syair-syair religi bersama kawan-kawan nasyid "Rayahan Usamah".

Masa itu memang lewat, kini teringat. Semoga yang baik diteruskan, yang jelek tak terulang.

wassalam.

Rabu, April 28, 2010

temanku sekantung Roti



Dari Sekolah membawa sekantong roti. harganya 10 ribu.
roti isi keju dan cokelat. kutaruh di atas meja.
tiap hendak ke kantor, sebelum menikmatinya, kupandangi dalam dalam.
seekor kucing yang setiap hari menunggu di depan kamar, dia hanya menunggu. setiap ditawari roti, ia diam, sedikit berlari menjauh. kucing yang aneh, seaneh aku sendiri.

roti itu kini tinggal satu, memang dibiarkan tak dimakan, karena telah tumbuh cendawan.
roti itu menjadi teman dikala tak ada televisi yang menghibur, tak ada canda teman yang menggoda.

nikmat itu datang terus, dan menikmatinya adalah jalan untuk menghargai-Nya.

DARI MASA KE MASA




DOAKU

Ya ...Alloh, rachmatilah saudaraku dimanapun berada, tentramkanlah keluarganya, berkahilah rizkinya dan kesehatannya, kuatkanlah iman-takwanya, tinggikan derajatnya, kabulkanlah doa-doanya, serta ampunilah dosa-kekhilafanku!

Semoga kehidupan kita hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini...aamin.

Atur Pembuka


Selamat datang di kawasan wajib senyum. Mari berbicara dari hati ke hati.
Ada hal-hal yang kurang berkenan itu wajar, dan ketidakpuasan juga hal wajar.
Hujan berganti kemarau, mari disambut dengan lapang dada karena memang sumuk... Bismillah.
"Sedetik dimata, selamanya di Jiwa"
Salam Pramuka!