Jumat, Februari 05, 2010

ehem....wuzzz....wuzzz (part 2)

Ahad, 4 Oktober 2009

Pagi dibangunkan, dalam ketermenungan.
Adalah menyakitkan bila aku dilupakan ..(hehe...ndak juga)
Seperti habis manis sepah dibuang (seperti tebu)
Ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang (ini syair lagu)
Ada guna dipakai, tak ada guna digadai
Maka, mematrikan sikap diri, aku tak begitu
Beginikah keikhlasan itu terukur, memberi tak mengharap kembali
Akan kuingat setiap mereka, setiap yang mereka lakukan padaku

Setiap waktu berlatih tersenyum, membuat bibir smile
Senyum dalam suka-duka, dalam kegetiran
Bahwa tidak semua dinilai secara hitam putih, benar-salah

Jika hari ini saya ditanya, “bagaimana kabarmu?”
Saatnya menjawab:
“oh luar biasa, saya merasa senang, saya merasa tenang”
“saya sedang bersemangat”
“saya ingin lebih banyak tersenyum, seandainya Anda berjumpa dengan saya sekarang, Anda akan melihat senyum saya, karena saya ingin mengajak Anda melakukan hal yang sama”

“wau…indahnya hari yang mendung ini, saya merasa Tuhan semakin cinta padaku”
“hari yang melelahkan, namun begitu hidup”
“hari ini saya merasa lebih bisa bermanfaat, bisa mendengar keluh kesah dan saya bisa memberi saran, bukan untuk menghakimi”.
“bagaimana kabar saya?” ehem saya merasa umur saya semakin berkurang, maka ingin lebih berguna bagi orang banyak, termasuk bagi Anda, maka katakan apa yang dapat saya bantu?”


1 komentar:

Oktisa mengatakan...

Saya menyukai artikel anda, terima kasih


ST3 Telkom

DARI MASA KE MASA




DOAKU

Ya ...Alloh, rachmatilah saudaraku dimanapun berada, tentramkanlah keluarganya, berkahilah rizkinya dan kesehatannya, kuatkanlah iman-takwanya, tinggikan derajatnya, kabulkanlah doa-doanya, serta ampunilah dosa-kekhilafanku!

Semoga kehidupan kita hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini...aamin.

Atur Pembuka


Selamat datang di kawasan wajib senyum. Mari berbicara dari hati ke hati.
Ada hal-hal yang kurang berkenan itu wajar, dan ketidakpuasan juga hal wajar.
Hujan berganti kemarau, mari disambut dengan lapang dada karena memang sumuk... Bismillah.
"Sedetik dimata, selamanya di Jiwa"
Salam Pramuka!