Teori Belajar dan Teori Pembelajaran
Teori belajar adalah konsep-konsep dan prinsip-prinsip belajar yang bersifat teoretis dan telah teruji kebenarannya melalui eksperimen. Teori belajar itu berasal dari teori psikologi dan terutama menyangkut masalah situasi belajar. Sebagai salah satu cabang ilmu deskriptif, maka teori belajar berfungsi menjelaskan apa, bagaimana dan mengapa proses belajar terjadi pada si belajar. Karena para pakar psikologi mempunyai sudut pandang yang berbeda-beda dalam menjelaskan apa, mengapa, dan bagaimana belajar itu terjadi, maka menimbulkan beberapa teori belajar seperti teori behavioristik, humanistik, kognitif, sibernetik,dan sebagainya.
Teori pembelajaran tidak menjelaskan bagaimana proses belajar terjadi, tetapi lebih merupakan implementasi prinsip-prinsip teori belajar dan berfungsi untuk memecahkan masalah praktis daam pembelajaran. Oleh karena itu, teori pembelajaran selalu akan mempersoalkan bagaimana prosedur pembelajaran yang efektif, amak bersifat preskriptif dan normative.
Teori pembelajaran akan menjelaskan bagaimana menimbulkan pengalaman belajar dan bagaimana pula menilai dan memperbaiki metode dan teknik yang tepat. Teori pembelajaran yang demikian itu memungkinkan guru, untuk: (1) mengusahakan lingkungan yang optimal untuk belajar, (2) menyusun bahan ajar dan mengurutkannya, (3) memilih strategi mengajar yang optimal dan apa alasannya, (4) membedakan antara jenis alat AVA yang sifatnya pilihan dan AVA lain yang sifatnya esensial untuk membelajarkan para siswa (Davies, 1986:22).
Demikan haknya teori nelajar yang bersifat deskriptif itu, akan mampu menjelaskan, memprediksi dan mengontrol peristiwa belajar. Sehingga prinsi-prinsip dan hukum belajar akan dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Maka teori belajar tertentu dengan sendirinya akan berimplikasi pada pembelajaran tertentu pula atau tergantung dari sudut pandang mana proses belajar itu terjadi. Dengan demikian jelaslah bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara teori belajar dengan teori pembelajaran.
Teori belajar adalah konsep-konsep dan prinsip-prinsip belajar yang bersifat teoretis dan telah teruji kebenarannya melalui eksperimen. Teori belajar itu berasal dari teori psikologi dan terutama menyangkut masalah situasi belajar. Sebagai salah satu cabang ilmu deskriptif, maka teori belajar berfungsi menjelaskan apa, bagaimana dan mengapa proses belajar terjadi pada si belajar. Karena para pakar psikologi mempunyai sudut pandang yang berbeda-beda dalam menjelaskan apa, mengapa, dan bagaimana belajar itu terjadi, maka menimbulkan beberapa teori belajar seperti teori behavioristik, humanistik, kognitif, sibernetik,dan sebagainya.
Teori pembelajaran tidak menjelaskan bagaimana proses belajar terjadi, tetapi lebih merupakan implementasi prinsip-prinsip teori belajar dan berfungsi untuk memecahkan masalah praktis daam pembelajaran. Oleh karena itu, teori pembelajaran selalu akan mempersoalkan bagaimana prosedur pembelajaran yang efektif, amak bersifat preskriptif dan normative.
Teori pembelajaran akan menjelaskan bagaimana menimbulkan pengalaman belajar dan bagaimana pula menilai dan memperbaiki metode dan teknik yang tepat. Teori pembelajaran yang demikian itu memungkinkan guru, untuk: (1) mengusahakan lingkungan yang optimal untuk belajar, (2) menyusun bahan ajar dan mengurutkannya, (3) memilih strategi mengajar yang optimal dan apa alasannya, (4) membedakan antara jenis alat AVA yang sifatnya pilihan dan AVA lain yang sifatnya esensial untuk membelajarkan para siswa (Davies, 1986:22).
Demikan haknya teori nelajar yang bersifat deskriptif itu, akan mampu menjelaskan, memprediksi dan mengontrol peristiwa belajar. Sehingga prinsi-prinsip dan hukum belajar akan dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Maka teori belajar tertentu dengan sendirinya akan berimplikasi pada pembelajaran tertentu pula atau tergantung dari sudut pandang mana proses belajar itu terjadi. Dengan demikian jelaslah bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara teori belajar dengan teori pembelajaran.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar