Waktu semalam nun jauh
logika menculikku ke sebuah kontemplasi
lesap dalam dianyar alam sababya
aku, segenggam tahi dalam sajadah
panjang bima sakti
coba berlari…
terus meraih esensi
menghempas aku membelai mimpi
ah…!!!
ternyata langit kelewat luas
sementara…
mamalia mana yang tak ingin bumi
berputar dengan sempurna?
cahaya terik menyilauku
tak sengaja aku hidup kembali
berpeluh mematut diri
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar