Sabtu, Februari 21, 2009

SINEMA DAN DEMORALISASI

.
Humanisasi ataupun dehumanisasi adalah sah sebagai pilihan, tetapi dilematis, apalagi dalam soal media pendidikan berlatar televisi yang seringkali berbenturan dengan visi bisnis, atau disebut dengan “easy come, easy go”.

Ditinjau dari fenomena demoralisasi anak-anak dan remaja, sinetron dan film impor dari Dunia Barat seringkali dijadikan sebagai “kambing hitam”. Tetapi, film dan sinetron domestik juga diantaranya yang lebih Barat. Masyarakat indonesia masih kental dengan budaya listening society. Sehingga setiap ada produk baru, baik barang atau jasa atau lebih tepatnya tayangan film baru, maka penikmat tontonan akan makin terbuai. Disinilah media masa berhasil membentuk opini dan pengubah kebiasaan hidup.

Mengkaji tayangan televisi yang cenderung “sama” dengan film-film barat atau film domestik yang jaya pada masanya, semakin menguatkan stigma bahwa bangsa kita (sineas film) adalah plagiator sejati. Tabiat sinetron saat ini serba miskin ide, miskin teknik posible visual, dan miskin penyutradaraan.

Orang tua yang harusnya membimbing anak untuk memilih tontonan edukatif, justru menjadi pihak yang terlalu permisif. Masyarakat sebagai penikmat juga lebih gandrung dengan acara nge-gosip artis. Seolah-olah mereka sepakat bahwa budaya dalam sinetron kita adalah hal umum. Sikap mengamini ini menjadi bumerang, karena akan melahirkan generasi vulgar.

Usaha demoralisasi sudah komplit dimainkan dalam sinetron. Inilah wujud “keberhasilan” media massa menuju demoralisasi dan dehumanisasi. Maka, kembali harus ditekankan bahwa moral yang baik dibentuk bersama antara pemerintah, media, masyarakat, dan tentu saja diri kita masing-masing.

Tidak ada komentar:

DARI MASA KE MASA




DOAKU

Ya ...Alloh, rachmatilah saudaraku dimanapun berada, tentramkanlah keluarganya, berkahilah rizkinya dan kesehatannya, kuatkanlah iman-takwanya, tinggikan derajatnya, kabulkanlah doa-doanya, serta ampunilah dosa-kekhilafanku!

Semoga kehidupan kita hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini...aamin.

Atur Pembuka


Selamat datang di kawasan wajib senyum. Mari berbicara dari hati ke hati.
Ada hal-hal yang kurang berkenan itu wajar, dan ketidakpuasan juga hal wajar.
Hujan berganti kemarau, mari disambut dengan lapang dada karena memang sumuk... Bismillah.
"Sedetik dimata, selamanya di Jiwa"
Salam Pramuka!