Kamis, November 13, 2025

BERPIKIR KOMPUTASIONAL (INFORMATIKA E1 &E2)

 

Tugas Individu/Berpasangan:


Dekonstruksi Menu MAKANAN FAVORIT
 (ANALISIS dengan 4 tahap berpikir komputasional)

KetentuanDetail TugasDurasi Estimasi
Lokasiruang KELAS masing-masing5 menit observasi, 55 menit pengerjaan.
Tujuan BKMenerapkan Dekomposisi (memecah proses) dan Abstraksi (mengabaikan detail tidak perlu).
Langkah Tugas1. Pilih Masalah (5 menit): Pilih satu menu favorit (misalnya, Nasi Goreng, Bakso, atau Es Teh).
2. Dekomposisi (15 menit): Rincikan proses pembuatan menu tersebut, dari awal hingga akhir, menjadi langkah-langkah terkecil (misalnya, langkah A: menyiapkan bahan, langkah B: memotong sayur, langkah C: menumis bumbu).
3. Abstraksi (20 menit): Dari semua langkah di atas, hilangkan detail yang tidak penting (misalnya, jenis pisau yang digunakan). Tuliskan hanya langkah inti (Algoritma) yang mutlak harus ada agar rasa menu tidak berubah (misalnya, Bumbu harus ditumis sebelum nasi masuk).
4. Laporan (30 menit): Buat laporan sederhana dalam bentuk peta pikiran (mind map) atau flowchart yang menunjukkan alur proses yang sudah diabstraksi tersebut.
Hasil AkhirFlowchart/Peta Pikiran  digital atau INFOGRAFIS atau PPT atau Video dll tentang Algoritma MENU/MAKANAN FAVORIT yang paling efisien dan paling 'bersih' dari detail.
ketentuan:
1. bisa dikerjakan individual ataupun berkelompok hanya 2 orang
2. tugas bisa dikumpulkan dalam 1 drive, dikoordinir salah 1 pengurus kelas. link kirim ke pak widodo
3. maksimal dikirim pada tgl 14 jam 15.30 WIB tgl 14 November 2025
4. jika ada kesulitan dapat menghubungi pak widodo 081548575997 (via WA)

Kamis, November 06, 2025

PENUGASAN MANDIRI KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL (KKA)_11 November 2025

 

PENUGASAN MANDIRI KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL (KKA)

KELAS X E6


Tema Tugas: Analisis Mendalam Aplikasi Kecerdasan Artifisial (AI) dalam Kehidupan Sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menganalisis prinsip kerja dan dampak dari teknologi Kecerdasan Artifisial (AI) yang sudah sering digunakan dalam rutinitas sehari-hari, sekaligus mengasah kemampuan komunikasi visual dan digital.

 A. Ketentuan Tugas dan Petunjuk Pelaksanaan

Aspek Penugasan

Keterangan Detail

Kelas/Mata Pelajaran

X E6 / Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)

Topik Fokus

Analisis 1 (Satu) Aplikasi AI yang Sudah Digunakan dalam Kehidupan Sehari-hari (Contoh: Virtual Assistant seperti Google Assistant/Siri, Rekomendasi Musik Spotify/YouTube, Filter Kamera, Smart Reply Email, atau Penerjemah Otomatis).

Komponen Analisis

Setiap produk harus memuat 5 elemen wajib: 1. Fungsi Utama, 2. Manfaat bagi Pengguna, 3. Keunggulan, 4. Kekurangan/Batasan, 5. Pola Kerja AI (Prinsip Dasar, bisa juga memberi penjelasan tahapan penggunaan ketika mengerjakan projek tertentu).

Bentuk Produk

Pilih salah satu: 1) Video/Vlog (Maks. 5 Menit) atau 2) Infografis atau 3) Presentasi Power Point (PPT) atau bisa juga dengan 4) flipbook.

Durasi/Format

Video/Vlog: Maksimal 5 menit (wajib audio-visual jernih). Infografis/PPT: Desain harus estetik, informatif, dan mudah dibaca.

Peserta Tugas

Individu atau Kelompok (Maksimal 2 Orang).

Batas Waktu Unggah

Jumat, 14 November 2025 (Siap dipresentasikan dan dinilai pada 18 November 2025).

Mekanisme Pengumpulan

Setiap kelompok/individu mengunggah hasil karya ke Google Drive/YouTube. Perwakilan Kelas WAJIB mengumpulkan SEMUA link tugas dalam 1 (satu) Dokumen Google dan menyerahkan link Dokumen tersebut kepada Guru KKA.

Mekanisme Penilaian

Penilaian dilakukan oleh Guru dan Rekan Sejawat (Penilaian Antar Kelompok).

 B. Rubrik Penilaian Tugas Aplikasi AI (Total Maksimal: 100 Poin)

Penilaian dilakukan berdasarkan empat kriteria utama dengan rentang nilai 10 hingga 25 poin per kriteria.

1. Kriteria dan Bobot Penilaian

Kriteria Penilaian

Rentang Nilai (Min 10 - Maks 25)

Fokus Penilaian

A. Kedalaman Konten

/25 Poin

Kelengkapan dan kedalaman analisis 5 elemen, terutama Pola Kerja AI.

B. Akurasi & Pemahaman

/25 Poin

Kebenaran data, ketepatan konsep AI, dan pemahaman yang jelas.

C. Kreativitas & Estetika Visual/Audio

/25 Poin

Kualitas desain, daya tarik, kejelasan visual/audio, dan kepatuhan durasi.

D. Keterampilan Komunikasi

/25 Poin

Kejelasan bahasa, struktur penyampaian, dan kemudahan audiens memahami.

TOTAL NILAI MAKSIMAL

100 Poin

 

 contact person: Widodo/081548575997

Rubrik Penilaian Tugas Aplikasi AI (Video/Vlog & Infografis)

 

Rubrik Penilaian Tugas Aplikasi AI (Video/Vlog & Infografis)

Mata Pelajaran: Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Kelas X E5, E7, E8

Tugas: Analisis Aplikasi AI (Fungsi, Manfaat, Keunggulan, Kekurangan, Pola Kerja)

Batas Waktu: 6 November 2025


Kategori Penilaian Utama (Total Maksimal: 100 Poin)

 

tugas kalian sudah dikumpulkan melalui:
E7: https://drive.google.com/drive/folders/1yZLm0gu_WRc0RsS4g-qz4r6q0s-w3wVD

Kriteria Penilaian

Rentang Nilai (Min 10 - Maks 25)

Bobot dan Fokus Penilaian

A. Kedalaman Konten

/25 Poin

Fokus pada kelengkapan 5 elemen dan kedalaman penjelasan Pola Kerja AI.

B. Akurasi & Pemahaman

/25 Poin

Fokus pada kebenaran data dan pemahaman konseptual AI yang dibahas.

C. Kreativitas & Estetika Visual/Audio

/25 Poin

Fokus pada kualitas produksi (visual/audio) dan daya tarik penyajian.

D. Keterampilan Komunikasi & Penyampaian

/25 Poin

Fokus pada kejelasan bahasa, alur penyampaian, dan kepatuhan durasi.

TOTAL NILAI MAKSIMAL

100 Poin

 

Detail Rubrik Penilaian (Rentang Poin 10-25)

Kriteria

21 - 25 Poin (Sangat Baik)

16 - 20 Poin (Baik)

11 - 15 Poin (Cukup)

10 Poin (Kurang)

A. Kejelasan Fungsi & Manfaat

Fungsi, manfaat, dan keunggulan aplikasi sangat jelas, mudah dipahami, dan relevan bagi audiens SMA.

Fungsi dan manfaat cukup jelas, namun ada sedikit bagian yang membingungkan.

Harus melihat/mendengar ulang untuk memahami fungsi dasar.

Gagal memahami fungsi dan manfaat aplikasi.

B. Daya Tarik Visual/Audio

Penyajian sangat menarik, membuat ingin menonton/melihat sampai akhir; editing atau desain sangat memukau.

Cukup menarik; desain rapi dan kualitas audio/visual memadai.

Kurang menarik, cenderung membosankan, atau banyak gangguan teknis (suara kecil/buram).

Sama sekali tidak menarik, mengganggu, atau berpotensi membuat audiens hilang fokus.

C. Batasan & Kekurangan

Batasan dan kekurangan dijelaskan secara jujur, faktual, dan disertai contoh nyata yang relevan.

Batasan dijelaskan, namun kurang mendalam atau kurang relevan bagi pengguna.

Hanya menyebutkan kekurangan tanpa menjelaskan dampaknya secara spesifik.

Tidak ada bahasan tentang kekurangan atau batasan sama sekali.

D. Ketepatan Waktu & Format

Durasi TEPAT 3 menit atau kurang / Infografis proporsional. Tidak ada kesalahan unggah atau link.

Durasi sedikit melebihi (misalnya 3:15 menit) atau format sedikit bermasalah.

Durasi sangat melebihi batas (misalnya > 4 menit) atau terdapat masalah link/akses.

Gagal memenuhi batasan durasi atau format; sangat mengganggu proses penilaian.

 E5:  https://drive.google.com/drive/folders/1vLNljexprqnkujCWmZdTAKFBqeR-acML

Selasa, November 04, 2025

Tugas Berpikir Komputasional (60 Menit): Dekonstruksi Menu MAKANAN FAVORIT (Fokus: Dekomposisi & Abstraksi)

 

Tugas Individu/Berpasangan:


Dekonstruksi Menu MAKANAN FAVORIT
(Fokus: Dekomposisi & Abstraksi)

KetentuanDetail TugasDurasi Estimasi
Lokasiruang KELAS masing-masing5 menit observasi, 55 menit pengerjaan.
Tujuan BKMenerapkan Dekomposisi (memecah proses) dan Abstraksi (mengabaikan detail tidak perlu).
Langkah Tugas1. Pilih Masalah (5 menit): Pilih satu menu favorit (misalnya, Nasi Goreng, Bakso, atau Es Teh).
2. Dekomposisi (15 menit): Rincikan proses pembuatan menu tersebut, dari awal hingga akhir, menjadi langkah-langkah terkecil (misalnya, langkah A: menyiapkan bahan, langkah B: memotong sayur, langkah C: menumis bumbu).
3. Abstraksi (20 menit): Dari semua langkah di atas, hilangkan detail yang tidak penting (misalnya, jenis pisau yang digunakan). Tuliskan hanya langkah inti (Algoritma) yang mutlak harus ada agar rasa menu tidak berubah (misalnya, Bumbu harus ditumis sebelum nasi masuk).
4. Laporan (30 menit): Buat laporan sederhana dalam bentuk peta pikiran (mind map) atau flowchart yang menunjukkan alur proses yang sudah diabstraksi tersebut.
Hasil AkhirFlowchart/Peta Pikiran  digital atau INFOGRAFIS atau PPT atau Video dll tentang Algoritma MENU/MAKANAN FAVORIT yang paling efisien dan paling 'bersih' dari detail.
ketentuan:
1. bisa dikerjakan individual ataupun berkelompok hanya 2 orang
2. tugas bisa dikumpulkan dalam 1 drive, dikoordinir salah 1 pengurus kelas. link kirim ke pak widodo
3. maksimal dikirim pada tgl 4 jam 17.30 WIB tgl 4 November 2025
4. jika ada kesulitan dapat menghubungi pak widodo 081548575997 (via WA)

Selasa, Oktober 28, 2025

Autokritik terhadap Optimisme Deep Learning: Realitas di Balik Janji Perubahan

 Oleh Widodo*

 Deep Learning (DL) atau sekarang lazim disebut Pembelajaran Mendalam (PM) sebagai pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam dan penguasaan kompetensi abad ke-21 sudah menerima sambutan hangat di seantero negeri, paling tidak itu yang tampak di media massa. Optimisme ini didorong oleh praktik baik dari negara-negara maju dan janji untuk meningkatkan literasi, numerasi, serta kemampuan berpikir kritis murid di Indonesia. Namun, optimisme harus diiringi dengan realitas terhadap kesiapan struktural di lapangan. Sejauh mana kesiapan kita menerapkan Deep Learning secara efektif masih menjadi pertanyaan besar, terutama karena tantangan mendasar yang menghambat implementasi.

Tantangan pertama yang menghambat adalah kesenjangan ekonomi dan sosial (Zamjani, 2024). Kondisi gizi, kesehatan, dan tekanan ekonomi peserta didik berperan besar dalam kemampuan mereka mengikuti pembelajaran mendalam. Ibarat membangun menara di atas fondasi pasir, fokus pada Higher Order Thinking Skills (HOTS) hanya akan berhasil jika kebutuhan dasar murid terpenuhi terlebih dahulu (Ika Sari et al., 2024). Meskipun pemerintah telah berupaya mengatasi masalah ini melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), inisiatif ini sering kali menghadapi masalah logistik, anggaran dana yang masif, bahkan kasus keracunan di beberapa daerah, yang menunjukkan bahwa pembangunan fondasi kesejahteraan terpadu masih jauh dari sempurna.

Kedua, ada isu krusial mengenai kesiapan dan kesejahteraan guru. Guru merupakan kunci keberhasilan Deep Learning; mereka harus kreatif, termotivasi, dan mampu berinovasi. Namun, tanpa kesejahteraan dan pelatihan memadai, guru cenderung kembali ke metode pembelajaran tradisional yang bersifat hafalan (Surface Learning). Kondisi guru dianalogikan seperti mesin yang kering pelumasnya jika tidak dibekali dukungan yang cukup (Mason Englewood, 2025). Walaupun program pelatihan guru seputar Pembelajaran Mendalam (DL) sudah dilakukan, pelatihan tersebut seringkali menghadapi masalah implementasi di lapangan dan kurangnya keberlanjutan (Doug Liles, 2025). Belum lagi, biaya pelatihan ini sebesar 2-3 juta per orang, yang diambil dari dana BOS, maka tak sedikit mempertanyakan efisiensinya. Demikian pula, meskipun ada upaya menyejahterakan guru, masalah beban administratif yang tinggi seringkali menghambat guru untuk fokus pada inovasi pembelajaran. Coba kita refleksi, adakah tugas administratif yang berkurang setelah pendekatan deep learning ini dipakai di semua sekolah dibanding sebelum kebijakan ini berlaku? Atau kita sibuk ikut workshop, dari pelatihan satu ke pelatihan lain, yang topiknya hampir sama, tapi produknya berbeda bergantung selera pematerinya.

Terakhir, kendala terletak pada sistem dan infrastruktur pendidikan. Kurikulum yang terlalu padat dan aturan sekolah yang kaku menghambat praktik pembelajaran kreatif dan mandiri (Askari et al., 2024). Deep learning ini angin segar, jika guru mau menerapkan. Apakah dikira sebelum mendikdasmen yang sekarang ini kita belum “mendalam”? belum enjoyfull learning? Coba cermati lagi berapa mata pelajaran di sekolah, adakah mempertimbangkan aspek esensial, atau kita masih ingin menguasai semua ilmu, ada koding dan kecerdasan artifisial, lalu kabarnya mau ada pelajaran bahasa Portugis. Memangnya berapa jam kita di sekolah (baca: gedung sekolah), bukankah kita akan terjebak lagi ke hafalan karena kurikulum yang padat dan berorientasi teori, sehingga murid dan guru kehilangan ruang untuk berpikir kritis, bereksperimen, dan memahami makna belajar yang sesungguhnya. Akibatnya, sekolah melahirkan lulusan yang unggul di skor, tapi lemah dalam keterampilan praktis, kreativitas, dan pemecahan masalah. Untuk memperbaikinya, kurikulum harus disederhanakan, berfokus pada konsep inti, serta memberi ruang bagi pembelajaran yang interaktif, mendalam, dan relevan agar pendidikan benar-benar menyiapkan generasi yang adaptif dan berdaya saing di dunia nyata. Penelitian menunjukkan bahwa perlunya pelatihan berkelanjutan, data imbalance, dan keterbatasan fasilitas menjadi hambatan utama dalam adaptasi Deep Learning secara optimal (Mason Englewood, 2025). Selain itu, kesenjangan akses teknologi di wilayah terpencil membuat penerapan Deep Learning tidak merata.

Autokritik ini mendorong perlunya solusi radikal untuk mengakselerasi Deep Learning. Pembangunan fondasi kesejahteraan terpadu, seperti investasi pada kesehatan dan kondisi psikologis murid, menjadi langkah awal krusial agar pembelajaran HOTS dapat berjalan efektif. Kemudian, reformasi profesionalitas dan kesejahteraan guru harus dilakukan dengan menyediakan pelatihan masif dan berkelanjutan, diikuti dengan kenaikan kesejahteraan dan pengurangan beban administratif. Selanjutnya, perlu ada revisi kurikulum dan kebijakan sekolah untuk menyederhanakan materi, memberi ruang pada pemahaman konsep ketimbang hafalan, dan melibatkan murid dalam menyusun aturan untuk menciptakan suasana pembelajaran mandiri. Akhirnya, pengembangan infrastruktur teknologi merata adalah kunci agar semua murid dan guru dapat mengakses sumber belajar berbasis teknologi dan AI, selaras dengan visi Deep Learning sebagai pembelajaran personal.

Tanpa fondasi yang kuat pada aspek sosial dan kesiapan guru serta sistem, Deep Learning berisiko menjadi hanya jargon tanpa hasil nyata. Dengan solusi radikal yang mengintegrasikan kesejahteraan sosial, reformasi profesional guru, revisi kebijakan, dan pemerataan teknologi, janji Deep Learning dapat terwujud menjadi peningkatan mutu pendidikan yang nyata dan merata di Indonesia.

 

 Referensi:

Askari, F., Javadipour, M., Hakimzadeh, R., & Salehi, K. (2024). Identifying the Dimensions and Characteristics of Overloaded Curriculum in the Primary Education. Journal of Research in Educational Systems, 17(63), 34–48. https://doi.org/10.22034/JIERA.2024.420665.3058

Doug Liles. (2025). Expert Insights: Overcoming Challenges in Deep Learning Education. https://dlearnai.com/blog/expert-insights--overcoming-challenges-in-deep-learning-education

Ika Sari, G., Winasis, S., Pratiwi, I., Wildan Nuryanto, U., & Basrowi. (2024). Strengthening digital literacy in Indonesia: Collaboration, innovation, and sustainability education. Social Sciences and Humanities Open, 10(May), 101100. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2024.101100

Mason Englewood. (2025). Deep learning in indonesian education: Transforming learning landscapes. https://www.byteplus.com/en/topic/423013?title=deep-learning-in-indonesian-education-transforming-learning-landscapes

Zamjani, I. (2024). Indonesia’s Challenges in Tech and Learning Equity for Teachers. Pskp. https://pskp.kemdikbud.go.id/gagasan/detail/indonesias-challenges-in-tech-and-learning-equity-for-teachers

 

 *Penulis: Widodo, guru SMAN 13 Semarang
Doktor Manajemen Kependidikan

 

Rabu, September 24, 2025

INFORMATIKA- XE1&E2/September 2025-Widodo SMAN 13 Semarang

 


Perintah Tugas

“Murid kelas X, kerjakan tugas individu berikut ini tentang pemanfaatan keterampilan generik (pemecahan masalah, berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi) dalam bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, atau industri kreatif. Pilih salah satu bidang, lalu tuliskan penjelasan beserta contoh nyata dalam bentuk ringkas dan jelas.”


📋 Ketentuan Tugas

  1. Waktu pengerjaan: 90 menit.

  2. Bentuk kerja: Individu.

  3. Isi tugas:

    • Pilih satu bidang (pendidikan / kesehatan / lingkungan / industri kreatif).

    • Tuliskan minimal 3 poin penting keterampilan generik yang digunakan di bidang tersebut.

    • Berikan contoh nyata penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

  4. Format pengumpulan:

    • Hasil kerja dikumpulkan dalam bentuk PDF atau JPG/gambar. Boleh juga dalam bentuk desain canva (ppt/infografis/deskriptif/flipp book, dll).

    • Dikumpulkan melalui Google Drive kelas.

    • Nama file wajib:
      Nama_Kelas_Mapel_Tanggal
      (contoh: Budi_X1_Informatika_24Sept2025.pdf).

  5. Batas waktu: Sebelum jam 19.30 tgl 25 Sept 2025

Selasa, September 23, 2025

Informatika kelas 12-SMAN13Semarang (AI di berbagai Bidang)

📌 Perintah Tugas


“Anak-anak kelas XII, hari ini kalian mendapat tugas eksplorasi tentang ‘Artificial Intelligence (AI) di Berbagai Bidang Kehidupan.’

 LKPD hal 17 aktivitas 2

Tugas ini harus selesai dan langsung dikumpulkan hari ini juga.” 


📋 Ketentuan Tugas

  1. Bentuk Kerja:

    • Dikerjakan individu atau berpasangan (2 orang).

  2. Topik utama Tugas:

    • pemanfaatan AI dalam minimal 3 bidang kehidupan (misal: pendidikan, kesehatan, transportasi, bisnis, seni, pemerintahan, militer, dsb).

    • contoh nyata dan dampaknya (positif maupun negatif).

  3. Bentuk Produk:

    • Bebas memilih bentuk presentasi kreatif:

      • Tulisan cetak (esai/artikel pendek)

      • Infografis/poster digital

      • Video singkat (max 3 menit)

      • Animasi sederhana

      • Presentasi (PPT/Canva/Google Slide)

      • Dll.

  4. Teknis Pengumpulan:

    • Semua hasil tugas diunggah ke Google Drive kelas (link dibuat oleh Ketua Kelas).

    • File diberi nama: AI_Nama/NamaPasangan_KelasXII.

    • Batas pengumpulan: Hari ini, sebelum pelajaran selesai (jam 17, hari ini).

  5. Penilaian:

    • Isi (40%) → ketepatan, kedalaman materi.

    • Kreativitas (30%) → desain, cara penyajian.

    • Keterbacaan/Kejelasan (20%) → mudah dipahami.

    • Kedisiplinan (10%) → tepat waktu dan sesuai format.


Narahubung: Widodo
Mohon maklum masih diklat di Akpol.

DARI MASA KE MASA




DOAKU

Ya ...Alloh, rachmatilah saudaraku dimanapun berada, tentramkanlah keluarganya, berkahilah rizkinya dan kesehatannya, kuatkanlah iman-takwanya, tinggikan derajatnya, kabulkanlah doa-doanya, serta ampunilah dosa-kekhilafanku!

Semoga kehidupan kita hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini...aamin.

Atur Pembuka


Selamat datang di kawasan wajib senyum. Mari berbicara dari hati ke hati.
Ada hal-hal yang kurang berkenan itu wajar, dan ketidakpuasan juga hal wajar.
Hujan berganti kemarau, mari disambut dengan lapang dada karena memang sumuk... Bismillah.
"Sedetik dimata, selamanya di Jiwa"
Salam Pramuka!