Minggu, September 03, 2023

Koneksi antara Diferensiasi, KSE, dan Caoching untuk Supervisi Akademik (sebuah proses yang mencerahkan)

 

Coaching berhubungan erat dengan Sistem among yang dikemukakan KHD. Akan sangat bermakna apabila coach adalah role model bagi bagi coacheenya, kepada murid, rekan sejawat bahkan kepada keluarganya. Coach menjadi jembatan penemuan dan pembangkitan potensi coachee. Kesadaran akan potensi dan “karakteristik” tiap individu serta memberikan dukungan dan feedback konstruktif untuk membantu coachee memperbaiki kinerja mereka dan mencapai tujuan mereka, ini sejalan dengan filosofi pendidikan yang memerdekakan.


Meski coaching bukan hal baru, karena kami pernah menjadi pengajar praktik (PP) pada PGP angkatan 4, pengalaman berbeda sungguh kami alami. Peran sebagai CGP lebih sering melakukan coaching kepada rekan sejawat dan murid.

Belajar coaching bukan saja membantu coachee, lebih dari itu, sesungguhnya membantu saya untuk menggali potensi yang saya miliki. Ketika memberikan umpan balik yang bermakna, ini juga serasa memberikan umpan balik pada diri sendiri. Selalu berusaha memotivasi diri sendiri, sehingga perubahan positif mengalir terjadi dalam proses bersosialisasi di sekolah maupun luar sekolah. Kami sudah menjauhi asumsi, judgement, termasuk mengerem “menatar” coachee.

Alur TIRTA kadang terlewat, terbolak balik, kami butuh jam terbang untuk semakin matang. Alur coaching yang terstruktur mudah dilakukan jika kita terus berproses, sering melakukan coaching.

Tentu masih ada yang perlu diperbaiki. Menjadi pendengar yang fokus, menemukan kata kunci dan menambah perbendaharaan pertanyaan berbobot, itu semua yang harus terus dikuatkan.

Sebagai coach, kita dapat membantu murid dalam memahami gaya belajar mereka sendiri, mengembangkan keterampilan belajar yang efektif, dan mencapai potensi belajar yang optimal. Tentunya juga dapat membantu murid dalam mengidentifikasi kekuatan mereka dan membangun rasa percaya diri yang positif, sehingga murid dapat merasa lebih termotivasi dan berhasil dalam pembelajaran dan kehidupan mereka.

Kita menghadapi tantangan bersama rekan sejawat, PSE ini bagi sebagian guru masih berkesan memanjakan, sebagian lain melihat program ini juga akan “layu”seperti halnya nasib kurikulum yang lain. Jadi, memang selalu ada pesimisme di kalangan rekan sejawat. Tak semua orang mau keluar dari zona nyaman, karena merasa sudah aman, mapan, dan nyaman.

Bagaimana dengan supervisi? Ya selama ini, supervisi baru sebatas kepentingan administrasi tahunan, meskipun ada juga rekan-rekan yang melihat supervisi adalah sarana memperbaiki, ini yang masih perlu penguatan. Setelah mengikuti modul 2 ini, maka jika saya diberi kesempatan untuk melakukan supervisi, saya akan fokus pada kekuatan dan potensi yang saya miliki sekaligus “menguatkan” guru yang disupervisi. Saya akan mengajukan pertanyaan reflektif yang membantu guru untuk mengeksplorasi dan mengelaborasi gagasan mereka sendiri dan mencapai solusi yang berbasis pada gagasan mandiri.

Berkaitan dengan pembelajaran berdiferensiasi, saya mencoba mengenal setiap murid secara pribadi dengan memperhatikan keunikan mereka dalam hal kekuatan, minat, dan tantangan yang dihadapi. Saya mencoba mengolah “menu belajar” dengan konten, proses, dan produk yang variatif serta memerhatikan aspirasi murid kami. Kelas yang nyaman adalah dambaan, maka apreasi pada capaian kerja murid dan mengembangkan empati adalah penguatan KSE yang berbobot.

Selanjutnya, mari berproses dengan modul berikutnya, modul 3. Kami harus memunculkan dan mengembangkan program belajar, program sekolah yang menjangkau segala aspek pendidikan dan kebutuhan murid.

Tidak ada komentar:

DARI MASA KE MASA




DOAKU

Ya ...Alloh, rachmatilah saudaraku dimanapun berada, tentramkanlah keluarganya, berkahilah rizkinya dan kesehatannya, kuatkanlah iman-takwanya, tinggikan derajatnya, kabulkanlah doa-doanya, serta ampunilah dosa-kekhilafanku!

Semoga kehidupan kita hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini...aamin.

Atur Pembuka


Selamat datang di kawasan wajib senyum. Mari berbicara dari hati ke hati.
Ada hal-hal yang kurang berkenan itu wajar, dan ketidakpuasan juga hal wajar.
Hujan berganti kemarau, mari disambut dengan lapang dada karena memang sumuk... Bismillah.
"Sedetik dimata, selamanya di Jiwa"
Salam Pramuka!