
Kegiatan Lokakarya Orientasi dilaksanakan secara luring pada hari Sabtu, 13 Mei 2023 di SMK Muhammadiyah Borobudur. Kegiatan Lokakarya Orientasi ini di hadiri oleh Kepala BBGP Provinsi Jawa Tengah, Kasi SMA Cabang Dinas Wilayah VIII, beberapa pejabat di lingkungan Kabupaten Magelang, Pengawas dan Kepala Sekolah tempat Calon Guru Penggerak melaksanakan tugas mengajar.
Adapun 2 pekan pertama, aktivitas kami dalam alur MERDEKA, meliputi; Mulai dari mempelajari modul 1.1. tentang Mulai Dari Diri dan Eksplorasi yang dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2023, Konsep di forum diskusi yang dipimpin dan dipandu oleh fasilitator, dari kegiatan Mulai dari diri dan Eksplorasi konsep ini kami mengetahui dan mulai memahami tentang pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang Pendidikan dan Pengajaran, kami diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan sesama teman Calon Guru Penggerak.Setelah kita Mulai Dari Diri dan Eksplorasi yang dilaksanakan secara diskusi selanjutnya kita berdiskusi dengan fasilitator pada modul 1.1 a.4.1 eksplorasi konsep yang dilaksanakan secara virtual melalui google meet. pada tanggal 15 Mei 2023.
Dua pekan sudah mulai 10-25 Mei 2023 mengasah diri melalui LMS tentang Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara bersama fasilitator. Adapun serangkaian kegiatan yang dipelajari dalam LMS, adalah mulai dari diri (15 Mei 2023), eksplorasi konsep (16 Mei 2023), Ruang kolaborasi (17-19 Mei 2023), demonstrasi kontekstual elaborasi pemahaman (25 Mei 2023) yang disampaikan oleh instruktur Pangarso Yuliatmoko yang diadakan melalui Google Meet tentang pemahaman secara mendalam konsep dasar pemikiran Filosofis Ki Hajar Dewantara dan relevansinya dengan pendidikan abad 21, koneksi antar materi (kesimpulan dan refleksi), serta aksi nyata yang telah saya lakukan.
Saya membersamai 27 Calon Guru Penggerak dan 4 Pengajar Praktik dari Kabupaten Magelang.Seperti perasaan para CGP yang tersaji dalam Jurnal refleksi, saya juga merasakan sejuta rasa, campur aduk. Karena pada saat yang sama, sekalipun sebagai fasilitator, saya juga berperan sebagai CGP rekognisi (penyetaraan), melakukan fasilitasi PMM bagi rekan-rekan guru, dan mengikuti studi lanjut S3 di Universitas Negeri Semarang.
Para CGP ini sebetulnya lebih dari cukup untuk disebut guru berpengalaman, pengalaman dalam banyak hal. Meski baru menjadi CGP, bukan berarti mereka belum menerapkan merdeka belajar dan kurikulum merdeka. Guru-guru ini dengan segala tugasnya di sekolah, telah berperan untuk mewujudkan pembelajaran yang memerdekakan. Momentum sebagai CGP adalah semacam Upgrading, menguatkan diri, dan boleh dibilang menjadi wahana persiapan untuk peran kepemimpinan pendidikan lainnya (semisal: sebagai kepala sekolah atau pengawas). Gagasan dalam sesi WA grup maupun ruang virtual lainnya begitu mencerahkan, ada saja ide best practice maupun ide baru yang mungkin segera bisa diterapkan. Saya belajar dari bapak dan ibu CGP.
Seiring dengan kekuatan besar, datang juga tanggung jawab yang besar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar