Tanggal 29 Desember 2022 adalah
momentum istimewa bagi guru penggerak, khususnya Guru Penggerak Jawa Tengah. Setelah
sehari sebelumnya dinyatakan lulus sebagai guru penggerak, mereka diundang
hadir di Solo untuk mengikuti “pengukuhan”. Seperti kita ketahui Pendidikan
Guru Penggerak (PGP) Angkatan 4, sebanyak 7.948 peserta dinyatakan lulus
sebagai Guru Penggerak. "Pada angkatan 1-3 rata-rata sekitar 2.800 guru
setiap angkatan. Di angkatan 4 ini jumlahnya sangat besar, 8.053 peserta yang
mengikuti, dan sebanyak 7.948 orang yang mengikuti pendidikan kita nyatakan
lulus sebagai Guru Penggerak," kata Direktur Kepala, Pengawas Sekolah, dan
Tenaga Kependidikan Ditjen GTK, Praptono dalam keterangannya, Jumat
(30/12/2022).PGP Angkatan 4 menjadi sangat
istimewa karena jumlah peserta yang mengikuti cukup banyak dibandingkan
angkatan sebelumnya. Para guru yang dinyatakan lulus tersebut telah mengikuti
proses pendidikan, pendampingan dari pengajar praktik, serta pemberian materi
dari fasilitator dan instruktur. Peserta yang dinyatakan lulus pada PGP
Angkatan 4, berhak mendapatkan sertifikat sebagai Guru Penggerak. "Dengan
sertifikat tersebut, sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 26 Tahun 2022
tentang Pendidikan Guru Penggerak, Bapak/Ibu telah memenuhi standar
administratif untuk diangkat menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah.
PGP merupakan program
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui pelatihan dan pendampingan yang
berfokus pada kepemimpinan pembelajaran agar guru dapat menggerakkan komunitas
belajar di sekitarnya yang dapat mewujudkan Merdeka Belajar bagi peserta didik.
Program yang merupakan rangkaian kebijakan Merdeka Belajar Episode 5 ini
bertujuan memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogi
kepada guru, sehingga mampu menggerakkan komunitas belajar, baik di dalam
maupun di luar sekolah, serta berpotensi menjadi pemimpin pendidikan. Dalam
pelaksanaannya, PGP didesain melalui pendekatan andragogi dan blended learning
selama 9 (sembilan) bulan. Program ini didesain untuk mendukung hasil belajar
yang implementatif berbasis lapangan. Untuk itu, 70 persen kegiatan dilakukan
dalam bentuk on-the-job training, di mana guru sebagai peserta PGP tetap
bertugas mengajar dan menggerakkan komunitas di sekolah.
Saya sebagai pengajar praktik
(PP/pendamping) angkatan 4 ini, merasa bersyukur, tugas sebagai PP tuntas
sudah. Lebih dari itu, aneka ragam pengalaman inspiratif di dapat selama
program, tentu saja ini bermanfaat untuk diri saya dan sekolah kami. Harus saya
akui, diantara sekian banyak workshop, pelatihan, diklat, kursus dan
sebagainya, program guru penggerak paling berkesan, 9 bulan atau boleh dibilang
13 bulan, ini adalah diklat terlama yang pernah saya ikut andil didalamnya. Semoga
transformasi pendidikan indonesia dapat terwujud.
Kepada rekan-rekan saya,
khususnya 7 guru penggerak hebat: Bu Tris, bu Yanti, bu Tina, Bu Ade, bu Anna,
pak Nana, dan Pak Ali, selamat atas segala proses dan capaiannya. Semoga kita
dipertemukan lagi, sukses selalu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar